Oleh: Hidayati SPd
Oleh: Hidayati SPd

RADARSEMARANG.COM – BAHASA Inggris adalah salah satu bahasa internasional. Tetapi bahasa Inggris juga menjadi salah satu pelajaran yang tidak disukai oleh siswa. Mereka menganggap bahwa Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit. Dikarenakan bahasa Inggris jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Kurangnya kosa kata juga sangat berpengaruh. Sehingga berimbas pada hasil akhir yang kurang memuaskan.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris ada empat aspek keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Siswa diharapkan mampu mencapai semua kompetensi dasar dalam empat aspek keterampilan tersebut. Tetapi siswa mengalami kesulitan dalam pencapaian suatu kompetensi dasar. Hal ini dikarenakan penguasaan kosa kata Bahasa Inggris siswa yang kurang. Sehingga proses pencapaian suatu standar kompetensi atau kompetensi dasar akan berjalan lebih lama atau bahkan harus mengulang.

Kurangnya ketertarikan siswa terhadap Bahasa Inggris merupakan tantangan tersendiri bagi guru, karena semua guru tidak menginginkan siswanya gagal dalam pencapaian suatu kompetensi. Sehingga guru meggunakan metode dan media yang menarik dengan harapan siswanya bisa belajar secara efektif, efisien dan tidak membosankan.

Metode pembelajaran Bahasa Inggris sangatlah beragam tidak ada batasan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris juga  harus menjaga kekonsistenan karena belajar Bahasa Inggris tidak bisa dilakukan secara instan dan langsung bisa. Untuk pemula seperti siswa klas 7, dimana mereka tidak mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris pada jenjang sebelumnya tentu saja akan kesulitan dalam pembelajaran bahasa inggris.

Kosa kata adalah salah satu hal penting yang perlu dipahami untuk mempelajari bahasa. Karena tanpa memahami kosa kata, akan mempersulit kita dalam pembelajaran. Kosa kata menurut Wikipedia adalah himpunan kata yang dimiliki seseorang atau entitas lain, atau bagian dari suatau bahasa tertentu. Kekayaan kosa kata seseorang secara umum dianggap sebagai gambaran kemampuan intelenjensia orang tersebut. Karena banyak ujian yang memberikan pertanyaan untuk menguji menguji kemampuan kosa kata.

Salah satu metode dan media yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan minat belajar kosa kata siswa adalah dengan menggunakan metode permainan atau game. Game adalah salah satu media yang cukup efektif untuk pembelajran peningkatan kosa kata. dengan permaina atau game siswa  lebih tertarik dan tidak merasa bosan dalam pembelajaran kosa kata dalam Bahasa Inggris.

Beberapa pemainan yang bisa digunakan untuk meningkatkan kosa kata dalam Bahasa Inggris adalah Scrabble, Word jumble, Crossworld Puzzle. Permainan scrabble ini merupakan permainan menyusun huruf untuk dijadikan sebuah kosa kata Bahasa Inggris tersusun dari kotak kotak satu huruf untuk disusun menjadi kata. Sedangkan Word Jumble adalah menyusun kata menjadi kalimat yang benar dan mempunyai arti tertentu. Sementara Crossworld  adalah semacam teka teki silang, permainan ini adalah permainan menjawab pertanyaan dan harus diisikan ke puzzle. Dengan semakin banyak kosa kata yang kita temukan akan semakin meningkat kosa kata yang kita punya.

Contoh permainan yang pernah saya pergunakan adalah Word Jumble. Permaianan ini dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok diberi kata- kata acak dimana setiap kata ditulis dalam kertas yang berbeda yang nantinya akan dibuat menjadi kalimat yang benar. Dan setiap kelompok diberi kalimat yang berbeda pula. Setiap kelompok harus menyusun dan menemukan arti kata-kata tersebut. Setelah kalimat tersebut tersusun, maka setiap kelompok akan menunjukan hasilnya dengan cara mereka berdiri sambil memegang kertas yang bertuliskan kata-kata acak tadi dan mengucapkan artinya. Permaianan ini bisa juga digunakan untuk grammar atau tata bahasa.

Permainan ini bisa digunakan untuk siswa kelas 8 maupun 9. Dan masih banyak permainan-permainan yang bisa digunakan dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Semoga bermanfaat. (kpig1/aro)

Guru MTs Nurussalam Tersono, Batang