RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Masih banyak bangunan atau fasilitas umum (Fasum) di Jateng yang belum ramah terhadap difabel. Penyediaan fasum yang mudah diakses kaum difabel, masih menjadi PR Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam merumuskan kebijakan. Termasuk rumah dinas Gubernur Jateng, meski sudah ada jalur khusus difabel, ternyata belum sesuai dengan standar kebutuhan difabel.

”Ternyata di Jateng, sekedar lift, tempat untuk kursi roda saja, kita masih gagap. Di Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur itu tidak ramah disabilitas, karena kemiringannya terlalu tajam, 7 persen,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Dalam hal ini, Ganjar meminta agar di Jateng terlebih dengan dorongan Bappeda, disediakan fasilitas yang mudah diakses difabel. Pemenuhan fasilitas bagi difabel ini harus direalisasikan, karena sudah tertuang dalam peraturan menteri. Tentu, butuh keseriusan pemerintah.

”Harus serius. Seluruh OPD mestinya menyiapkan betul. Semua punya perspektif dan tindakan atau kebijakan afirmatif yang sama, kemudian aturan-aturan teknisnya harus dilakukan,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Kegiatan APBD Provinsi Jateng TA 2018 belum lama ini.

“Saya minta semua bangunan yang sedang dibangun atau kita persiapkan, semua dibuatkan akses untuk difabel,” pintanya.

Dirinya menegaskan fasilitas bagi penyandang disabilitas di gedung-gedung milik Pemprov Jateng harus diperbaiki dan ditambah. Terlebih dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih. (sga/ida)