1.800 Kg Beras Raskin Dicuri

269
RASKIN : Salah seorang warga menunjukkan sisa raskin yang belum sempat dibawa oleh pencuri, di gudang Kantor Balaidesa Boyoteluk, Wonokerto, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
RASKIN : Salah seorang warga menunjukkan sisa raskin yang belum sempat dibawa oleh pencuri, di gudang Kantor Balaidesa Boyoteluk, Wonokerto, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 90 kantong beras miskin (raskin) yang belum sempat dibagikan kepada warga miskin di Desa Boyoteluk, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Perkalongan, dicuri. Peristiwa itu diketahui pada Selasa (31/7) malam.

Padahal beras raskin tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh warga, mengingat harga beras kualitas premium saat ini di atas Rp 11 ribu per kilogramnya, sedangkan raskin hanya Rp 2.500 per kilogram.

Dengan hilangnya 90 kantong yang berisi 20 kilogram per kantongnya, atau 1.800 kilogram maka dipastikan 120 warga miskin tak bisa menerima raskin bulan Agustus 2018 ini.

Perangkat Desa Boyoteluk, Kecamatan Wonoketo, Yahya, mengatakan, pihak desa saat ini sedang kebingungan mencari penganggantinya, mengingat warga sudah menagih raskin.

“Dugaan kami pencurian terjadi sekitar jam tiga Selasa pagi. Pencuri masuk dengan membobol pintu samping balai desa, kemudian merusak meja tenis yang menutupi pintu di sebelahnya,” ungkap Yahya.

Yahya juga mengatakan bahwa yang pertama kali melapor ada pencurian beras, adalah dari salah satu warga yang berdagang sayur keliling, yang kebetulan lewat kantor balai desa. “Kami langsung melaporkan ke Polsek setempat,” kata Yahya.

Sementara itu, Humas Gudang Bulog Divre IV Bondansari, Wiradesa. Moh Arif, menjelaskan bahwa hilangnya 90 kantong raskin di kantor Balai Desa Boyoteluk, bukan menjadi tanggung jawab gudang Bulog. Karena beras tersebut sudah dikirim sejak seminggu yang lalu, namun belum dibagikan oleh pihak desa.

Menurutnya pihak desa harusnya segera membagikan raskin, setelah Gudang Bulog Divre IV Bondansari mengirimnya ke kantor balaibdesa dan tidak menyimpannya terlalu lama.

“Tugas kami hanya mengantarkan raskin sampai balai desa, jika sudah diterima oleh pihak desa, serta dilakukan penadatangangan BAST, maka  itu diluar tanggung jawab Bulog,” jelas Arif. (thd/zal)