BAHAN EDUKASI: Petugas Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang menunjukkan ikan Arapaima raksasa yang sudah diawetkan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHAN EDUKASI: Petugas Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang menunjukkan ikan Arapaima raksasa yang sudah diawetkan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seekor ikan berbahaya dan invasif jenis Arapaima dengan bobot 25 kg dan panjang 140 cm terpaksa dibunuh dan diawetkan oleh Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang untuk kepentingan edukasi. Ikan predator tersebut diserahkan oleh Eko, pemilik kios ikan hias Noi Koi Farm Ungaran dua hari menjelang batas akhir penyerahan ikan berbahaya dan invasif pada 28 Juli lalu.

Hingga batas akhir penyerahan Selasa (31/7) kemarin, sebanyak 36 ikan ikan predator diserahkan ke BKIPM Semarang. Di antaranya, jenis Aligator, Redtail, Arapaima dan Piranha.

“Ikan Arapaima milik warga Ungaran tersebut diserahkan kepada kami dalam kondisi hidup. Tetapi karena ukurannya yang besar, ikan tersebut harus dimatikan. Kita bius memakai garam, kemudian diawetkan terlebih dahulu,” jelas Kepala BKIPM Kelas II Kota Semarang, Raden Gatot Perdana, di kantornya Jalan Suratmo, Semarang, kemarin.

Gatot menambahkan, nantinya ikan Arapaima tersebut akan dipajang di museum ikan invasif milik BKIPM. Adapun ikan Arapaima yang diserahkan Eko sebanyak dua ekor,masing-masing berukuran panjang 120 cm dan 140 cm. Selain itu, diserahkan tiga ekor ikan Aligator dengan panjang 35-45 cm, dan seekor Redtail Catfish dengan panjang 80 cm.

Dikatakan, sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 41 Tahun 2014 yang diteken Menteri Susi Pudjiastuti, batas akhir penyerahan ikan berbahaya dan invasif pada 31 Juli kemarin. Selama sebulan sejak 1 -31 Juli tercatat 36 ekor ikan berbahaya dan invasif diserahkan kepada BKIPM.

Rencananya, pada hari ini (1/8) akan diserahkan ikan dari pengelola objek wisata Purbasari Kabupaten Purbalingga. Rencananya,  akan diserahkan tiga ekor Arapaima, 5 ekor Piranha dan 4 ekor ikan Aligator. “Nantinya ikan-ikan itu akan dijadikan media edukasi kepada masyarakat, dan juga akan dikubur,” katanya.

Dijelaskan, ikan berbahaya dan invasif itu diperoleh dari Posko BKIPM Adi Soemarmo Solo dan Jalan Suratmo Semarang. Adapun sejumlah ikan yang sudah diserahkan jenisnya beragam, mulai ikan Arapaima sampai Redtail Catfish. Kebanyakan yang menyerahkan ikan tersebut berasal dari para hobbies dan pengelola tempat wisata.

“Saya optimistis, nantinya masih akan menyusul ratusan ekor lagi yang akan diserahkan kepada kami,” tambahnya. (hid/aro)