HARI KESEMPURNAAN : Ratusan umat Tri Dharma dari berbagai kota di Jateng dan kota lain di Tanah Air mengikuti upacara ritual perayaan hari kesempurnaan Yang Suci Kwan Im Po Sat (Dewi Welas Asih) di TITD Low Lie Bio. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI KESEMPURNAAN : Ratusan umat Tri Dharma dari berbagai kota di Jateng dan kota lain di Tanah Air mengikuti upacara ritual perayaan hari kesempurnaan Yang Suci Kwan Im Po Sat (Dewi Welas Asih) di TITD Low Lie Bio. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ratusan umat Tri Dharma dari berbagai kota di Jateng dan kota lainnya di tanah air, mengikuti ritual perayaan Dewi Kwan Sim Im Po Sat di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Low Lie Bio (Kelenteng Kebun Jeruk) di Jalan Rorojonggrang, Manyaran, Semarang, Senin malam (30/7) kemarin.

Dalam upacara tersebut, umat secara khusus mendoakan agar negara tetap aman dan damai di tengah hiruk-pikuk menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun depan.

”Selain berdoa untuk diri sendiri, umat juga mendoakan agar bangsa Indonesia tetap damai. Karena itu, meski dalam waktu dekat ada pesta demokrasi pemilihan legislatif dan presiden, agar diberikan kelancaran dan tidak ada halangan apapun. Siapapun yang terpilih nanti, dapat menjalankan amanah dengan baik,” kata Wakil Ketua Yayasan Kelenteng Low Lie Bio, Untung Cahyadi didampingi Sekretaris, Octaviany Samudera usai melakukan ritual di kelenteng tersebut.

Ritual diawali dengan sembahyang bersama pukul 19.00 dipimpin oleh Pandhita Dhamma Amaro yang diikuti oleh para pengurus yayasan, cia, hu lo cu kelenteng dan umat. Dalam prosesi, umat yang memenuhi altar tempat ibadah tersebut menghadap kimsin (patung) Dewi Welas Asih sambil membaca paratita suci secara khusyuk. Ritual ini, sebagai wujud syukur kepada para suci yang selama ini melindungi serta memberikan berkah kepada bangsa Indonesia, khususnya umat Tri Dharma.

“Setiap tahun secara rutin memperingati hari kesempurnaan Yang Suci Kwan Se Im Po Sat selalu diperingati tanggal 19 bulan 6 Imlek atau tahun ini bertepatan pada Senin (30/7),” tambahnya.

Ritual diakhiri dengan melakukan pradaksina atau berkeliling altar tiga kali sambil menghormat kepada patung dewa-dewi di altar. Tepat pukul 00.00, para pengurus yayasan, para lo cu serta umat berkumpul di ruang altar guna mengikuti upacara kebesaran, sekaligus penutup rangkaian acara. “Selain sembayang bersama, dilakukan pemilihan Locu dan Hu Locu, yakni Nita dan Untung Cahyono,” paparnya. (hid/ida)