Hadi Santoso (ISTIMEWA)
Hadi Santoso (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengawasan proyek infrastruktur di Jateng sangat mendesak dilakukan, agar kontraktor pembangunan bisa maksimal dan pekerjaan tidak molor. Jika memang ada yang molor, harus ada sanksi tegas agar kejadian serupa tak terulang lagi. Mengingat infrastruktur masih menjadi fokus perhatian Pemprov Jateng saat ini. “Harus ada pengawasan di lapangan, agar pembangunan sesuai target dan tidak molor,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso.

Pihaknya mengaku terus mengawal dan melakukan pengawasan progres infrastruktur di Jateng. Seperti proyek peningkatan Jalan Banyuputih-Plantungan (Kendal). Jalan tersebut menjadi jalur alternatif dari Batang menuju Kendal atau sebaliknya. Selain itu, perlu melakukan pengawasan pembangunan peningkatan jalan ruas Jatinegara-Slawi di Kabupaten Tegal. “Peningkatan jalan harus sesuai dengan spesifikasi proyek yang sudah ditentukan. Karena itu akan mempengaruhi kekuatan dan kualitas jalan,” ujarnya.

Secara umum, proyek peningkatan Jalan Banyuputih-Plantungan (Kendal) dikerjakan sejauh 1,6 kilometer berupa pelebaran dengan betonisasi dan pelapisan dua lapis. Selaku kontraktor proyek adalah PT Armada Hada Graha. Waktu pelaksanaan proyek selama 210 hari terhitung sejak 21 Maret 2018. “Nilai kontrak proyek tersebut Rp 4,2 miliar dan direncanakan pada 16 Oktober nanti sudah selesai,” tambahnya.

Sementara peningkatan jalan ruas Jatinegara-Slawi di Kabupaten Tegal dilakukan dengan cara dibeton overlay dua lapis. Langkah itu, agar kuat dan tahan terhadap beban mengingat jalan itu memiliki peran vital menghubungkan jalur pantai utara (Pantura) dan pantai selatan (Pansela) Jateng. “Wilayah Jatinegara dan sekitarnya ini, perkembangannya luar biasa. Dengan pelebaran jalan ini, jalur perdagangan hasil pertanian akan lebih lancar,” kata timpal anggota Komisi D DPRD Jateng, Masfui Masduki.

Masfui berharap segera direalisasikan jalan selebar 7 meter mengingat perda telah mengamanatkan. Kualitas pembangunan juga harus diawasi mengingat jalur tersebut merupakan jalur yang sering dilalui kendaraan berat. “Jalur ramai dan padat, kualitasnya harus sesuai aturan agar tidak cepat rusak,” tambahnya. (fth/ida)