Pemprov Jateng Juara I Paritrana Award

Dukung Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

211
PRESTASI : Wapres Jusuf Kalla menyerahkan Piala Paritrana Award kepada Gubernur Ganjar Pranowo disaksikan Menaker RI Hanif Dhakiri dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, kemarin. (ISTIMEWA)
PRESTASI : Wapres Jusuf Kalla menyerahkan Piala Paritrana Award kepada Gubernur Ganjar Pranowo disaksikan Menaker RI Hanif Dhakiri dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA-Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam mendukung penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai amanah undang-undang, berbuah manis. Hal itu diwujudkan dengan penyerahan piala Juara I  Paritrana Award Tahun 2017 kategori Pemerintah Provinsi oleh Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP di Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Wapres) RI, Selasa (31/7).

Selain Piala Paritrana Award, Pemprov Jateng juga berhak memperoleh satu unit mobil Kijang Innova atas prestasi tersebut. Penyerahan penghargaan disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Hanif Dhakiri dan Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

Agus Susanto menjelaskan, Piala Paritrana merupakan wujud apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan pengusaha serta pelaku UMKM terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Istilah Paritrana sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti perlindungan. Piala Paritrana Award dibuat oleh seniman ternama Indonesia, I Nyoman Nuarta.

“Dalam rangka mendorong percepatan dan cakupan kepesertaan sekaligus apresiasi terhadap pemerintah daerah dan para pengusaha dalam upaya memaksimalkan penyelenggaraan perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan bermaksud memberikan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atas inisiasi untuk memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan ini,” jelasnya.

Agus Susanto menambahkan, Piala Paritrana Award baru kali pertama diberikan untuk lima kategori pemenang, yaitu Pemerintah Provinsi Terbaik, Pemerintah Kabupaten/Kota Terbaik, Perusahaan Besar Terbaik, Perusahaan Menengah Terbaik dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Terbaik. Untuk penyelengaraan Paritrana Award, kepanitiaan lintas yang kementerian dibentuk terdiri atas Kemenko PMK, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Dalam Negeri, dan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, ditunjuk tim penilaian independen sebagai juri yang meliputi ahli jaminan sosial, kebijakan publik, akademisi, perwakilan pengusaha, dan perwakilan pekerja.

“Aspek penilaian meliputi coverage kepesertaan, aspek regulasi, inisiatif dan diseminasi informasi. Penilaian ini dilakukan selama enam bulan. Piala Paritrana ini yang pertama kali kami berikan. Insya’Allah Piala Paritrana akan kami berikan setiap tahun sekali,” tambahnya.

Dijelaskan, pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan selama ini telah tercatat ada 47,8 juta orang atau sekitar 54 persen dari jumlah tenaga kerja yang memenuhi syarat (eligible) dari seluruh tenaga kerja Indonesia yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Menaker Hanif Dhakiri menyebutkan, kepesertaan aktif per Juni 2018 sekitar 27,9 juta orang. “Kami semua harus merapatkan barisan untuk mendukung kemandirian perekonomian nasional melalui efektivitas penerapan sistem jaminan sosial nasional yang nantinya akan terwujud pada tahun 2029 di mana seluruh perlindungan sosial diintegrasikan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” pesannya.

Wapres Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada pemda maupun pengusaha yang memperoleh Piala Paritrana Award. Pihaknya menegaskan, pengusaha harus memandang tenaga kerja sebagai mitra. “Kami berbicara, salah satu fungsi yang sangat penting pada kemajuan perusahaan, daerah ataupun negara ialah kemampuan tenaga kerja yang baik dalam jumlah yang cukup. Tenaga kerja harus dilihat sebagai mitra karena pola bernegara kita didasarkan pada Pancasila yang tidak membedakan antara yang rendah dan tinggi,” tegasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo yang menerima Piala Paritrana Award mengapresiasi sinergi BPJS Ketenagakerjaan dengan tripartit. Piala Paritrana Award merupakan wujud keseriusan Pemprov Jateng untuk melindungi tenaga kerja. “Ini bagian dari keseriusan Jateng untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Saya berterima kasih kepada teman-teman pengampu ketenagakerjaan. Baik dari BPJS, perusahaan, karyawan, maupun dinasnya yang selalu bekerja sama, berembuk bareng. Tripartitnya juga bagus. Saling mendorong ini yang akhirnya membuahkan suatu prestasi kita bisa mendapatkan penghargaan Paritrana,” ujarnya.

Orang nomor satu di Jateng itu berharap, penghargaan tersebut dapat menginspirasi daerah lain bahwa tenaga kerja di sektor UMKM maupun usaha besar dapat dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dia juga sependapat dengan wapres bahwa tenaga kerja harus dipandang sebagai mitra. Sebab, mereka turut mendongkrak kemajuan perusahaan.

“Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi bahwa usaha kecil, menengah, besar bisa di-cover BPJS Ketenagakerjaan, sehingga masa depan tenaga kerja lebih baik. Kami mesti menghormati mereka, karena dari peluh merekalah sebenarnya rezeki kita dapatkan,” harapnya.

Ganjar mendorong agar coverage kepesertaan sektor informal dan nonformal dapat ditingkatkan. “Coverage-nya baru 27,9 juta di seluruh Indonesia. Artinya, masih harus digerakkan terus-menerus. Khususnya yang sektor informal dan nonformal,” ungkapnya. Selain Pemprov Jateng, Pemkot Surakarta meraih Juara I Piala Paritrana Award 2017 kategori pemkab/pemkot terbaik. (*/kom/ida)