Lima Desa Gelar Pilkades Serentak

618

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sebanyak lima desa di lima kecamatan hari ini (1/8) akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Serentak. Sebanyak 16 calon kepala desa akan memperebutkan jabatan Kades di lima desa tersebut.

Lima desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak tersebut yakn Desa Sidomakmur (Kaliwungu Selatan), Ngesrepbalong (Limbangan) dan Sidokumpul (Patean). Dua lainnya yakni Desa Tlogopayung (Plantungan) dan Kebongembong (Pageruyung).

Kabag Pemerintahan melalui Kasubag Kerjasama, Rosliana mengatakan sebenarnya ada 19 orang yang mendaftar sebagai Cakdes. Namun setelah penelitian berkas, hanya 16 yang dinyatakan lolos dan menjadi cakdes. “Sedangkan tiga lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya, kemarin (31/7).

Penetapan nomor urut dilakukan sudah sejak Jumat 27 Juli. Kampanye serentak juga dilakukan sehari yakni Senin (30/7) lalalu. “Sedangkan hari ini (kemarin, red) merupakan masa tenang,” kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait, berencana melakukan pemantauan pelaksanaan pilkades . Bagian Pemerintahan akan membentuk tim untuk disebar di lima lokasi pemilihan untuk melakukan pengawasan pilkades.

Pihaknya juga akan dibantu Forkompimda Kendal dalam pemantauan. Terutama dari pihak kepolisian dan TNI untuk membantu mengamankan pelaksanaan Pilkades.“Dari lima desa itu, tidak ada calon tunggal. Mininal diikuti dua calon, seperti di Desa Kebongembong, Kecamatan Pageruyung. Sementara di desa lain diikuti tiga calon dan lima calon,” jelasnya.

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, menjelaskan, pihaknya mengerahkan 150 personel untuk mengamankan jalannya pilkades di lima desa tersebut. Selain itu dibantu satu pleton TNI dari Kodim Kendal dan sekitar 70 linmas. “Pelaksanaan pilkades di satu desa dijaga 30 anggota Polri, enam anggota TNI dan 14 petugas kemanan lingkungan masyarakat (linmas),” paparnya.

Diakuinya, dalam sebuah pemilihan atau kompetisi selalu ada menang dan kalah. Makanya, pihaknya mengimbau agar calon dan tim suksesnya untuk bisa menjaga situasi agar tetap kondusif.

Mereka nantinya terpilih agar tidak arogan sehingga memancing emosi calon yang kalah. “Calon yang terpilih agar tidak berlebihan dalam merayakannya. Sementara yang kalah harus legawa,” tandansya. (bud/bas)