Lahirkan Tiga Ekor Harimau Benggala

Seekor Mirip Bule

984
PENGHUNI BARU: Tiga Harimau Benggala anakan yang lahir pada 2 Juni lalu. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHUNI BARU: Tiga Harimau Benggala anakan yang lahir pada 2 Juni lalu. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tiga anak macan menjadi anggota baru PT Taman Margasatwa Semarang atau Semarang Zoo. Tiga anak harimau jenis Benggala ini lahir pada 2 Juni lalu, dan semuanya berjenis kelamin betina dari pasangan Rengganis dan Kliwon. Ketiganya resmi mendapatkan nama pada Selasa (31/7) kemarin oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yakni Cantik, Anggun, dan Jelita.

Ketiga anak harimau itu saat ini masih berusia sekitar 2 bulan, dan dalam keadaan sehat. Salah satu Harimau Benggala anakan terlihat berbeda, karena memiliki warna cokelat muda dan warna keemasan mirip bule. Warna tersebut berbeda dengan dua saudaranya.

Total Harimau Benggala di tempat tersebut berjumlah 15 ekor. Diharapkan dengan hadirnya trio Harimau Benggala yang masih bayi ini bisa mendongrak jumlah kunjungan ke Semarang Zoo yang sejak April lalu diubah menjadi perusahaan daerah.

Rencananya dari manajemen Semarang Zoo, pada 2019 akan melakukan berbagai pembenahan dan penambahan wahana, kandang dan fasilitas lainnya. Selain itu, dengan diubah menjadi BUMD, ini bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan binatang lain, misalnya jerapah, zebra dan lainnya.

“Karena di sini yang terlihat lebih banyak hanya harimau, buaya yang sampai 60-an ekor,  jadi yang kita harapkan di tahun 2019 nanti ada satwa-satwa baru yang nantinya akan meramaikan Semarang Zoo ini, dan tahun 2020 bisa dilakukan launching,” kata Direktur Semarang Zoo, Samsul Bahri Siregar.

Ia mengungkapkan, rencananya akan ada konsep pembangunan Semarang Zoo akan meniru Bali Zoo, untuk penataan kandang, wahana bermain dan lain sebagainya. Misalnya, kandang tidak memakai kawat agar ekosistem dan kesehatan binatang tetap terjaga. Sementara untuk kesehatan binatang yang ada di Semarang Zoo, Samsul menerangkan jika pihaknya sudah menyiapkan dokter hewan, yang setiap satu minggu sekali dilakukan pengecekan kesehatan.

“Konsep Semarang Zoo nanti akan lebih memberikan kenyamanan. Jadi kan kalau hewani saat ini harus mempunyai lima kebebasan ya, seperti dites dari haus, lapar, dari sakit, dan dari siksaan. Jadi, nantinya konsep kita yang lebih membinatangkan binatang. Membuat mereka lebih nyaman, membuka wahana sebagai konservasi juga sebagai education,” jelas Samsul.(den/mg 12/mg14/aro)