Konsumen Diminta Lapor BI

574

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Masyarakat diminta segera melapor bila menemukan pedagang (merchant) yang mengenakan biaya tambahan (surcharge) saat bertransaksi menggunakan kartu kredit. Pasalnya, berdasarkan aturan Bank Indonesia (BI), konsumen kini tidak lagi dikenai biaya tambahan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, sesuai ketentuan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), berapapun surcharge yang menanggung adalah merchant, bukan konsumen. “Jadi, bila konsumen menemukan ada merchant yang masih menarik surcharge dari konsumen, bisa melapor ke kami,” ujarnya, kemarin.

Dijelasakan, bahwa pihaknya memang tidak bisa memberikan sanksi langsung kepada merchant yang melanggar. Tapi, BI terus melakukan pantauan dan berhak menindak bank penyelenggara jasa sistem pembayaran non tunai yang tidak melakukan penindakan pada merchant mitra yang mengenakan surcharge pada pelanggan.

“Saat ini sudah banyak merchant yang menggunakan sistem nontunai dan tidak semua bisa terawasi dengan baik. Bisa jadi bank juga tidak tahu kalau merchant menerapkan hal tersebut. Dari laporan masyarakat, kami bisa menyampaikan ke pihak bank untuk mengedukasi merchant,” ujarnya.

Selain itu, KPwBI Provinsi Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional terkait merchant bank yang semula skema harga 0 persen, namun setelah ada ketentuan justru menjadi 0,15 persen. “Sehingga banyak yang menyarankan bayar tunai dan itu tidak mendukung gerakan nasional non tunai,” ujarnya. Terkait hal tersebut, lanjutnya, kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi baik pada perbankan maupun para merchant. (dna/ida)