Kalau merasa rugi karena odol lalu konsumen dibebani kan kasihan juga. Saya minta kepada pengusaha angkatan coba dihitung ulang, lalu kita ikuti aturan ini dengan baik.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kementerian Perhubungan akan mengaktifkan kembali jembatan timbang di sejumlah titik. Kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan atau over dimention over loading (odol) akan ditindak tegas.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar pengaktifan kembali ini jangan sampai merugikan konsumen. Ganjar meminta sejumlah hal benar-benar dipertimbangkan dengan baik. Sebab, ada rencana Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Jateng untuk mengkalkulasi kembali harga jasa angkutan barang menjelang pengaktifan kembali jembatan timbang.

“Kalau merasa rugi karena odol lalu konsumen dibebani kan kasihan juga. Saya minta kepada pengusaha angkatan coba dihitung ulang, lalu kita ikuti aturan ini dengan baik,” ujarnya.

Ganjar sepakat dengan upaya penertiban yang hendak dilakukan. Hanya saja, dirinya berharap agar Kemenhub membuat satu jeda waktu sehingga pengusaha angkutan memiliki waktu untuk menyesuaikan. Sehingga tidak merugikan konsumen.

“Kalau ini didorong pasti akan terjadi inflasi. Harus ada plan B, yakni sesuai hasil rapat di TPID dan TPIP pusat, infrastruktur yang sudah baik ayo digunakan untuk logistik manajemen, karena kita logistik manajemen di dunia termasuk yang tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar juga mendorong agar pemerintah dapat menyediakan transportasi logistik alternatif berupa kereta api dan laut.  “Kalau laut, rel kereta api bisa dimanfaatkan, logistik bisa dipindah ke sana. Sehingga truk tetap bisa berjalan,” paparnya. (sga/zal)