Wali Kota Hendrar Prihadi (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wali Kota Hendrar Prihadi (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kalau ternyata itu dari hasil sebuah rapat, saya akan minta mereka untuk mengkoreksi supaya tidak terlalu tinggi kenaikannya.

Hendrar Prihadi - Wali Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Harapan pedagang pasar tradisional agar Pemkot Semarang mengkaji kembali kenaikan retribusi dipenuhi Wali Kota Hendrar Prihadi.

“Saya akan koreksi, mestinya setiap kenaikan itu berdasarkan persetujuan dari kami. Tapi hari ini (kemarin, red) ada keluhan, maka kami akan koreksi apa yang membuat kebijakan kepala dinas terkait tersebut menaikkan sampai sedemikian besar,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Selasa (31/7).

Hendi mengklaim pihaknya akan mencari tahu dasar dari dinas terkait yang menaikkan tarif retribusi. Sebab, menurutnya jika kebijakan tersebut berasal dari hasil sebuah rapat. Maka dirinya akan meminta pihak terkait untuk mengkoreksi sehingga kenaikan tarif retribusinya tidak terlalu tinggi.

“Kalau ternyata itu dari hasil sebuah rapat, saya akan minta mereka untuk mengkoreksi supaya tidak terlalu tinggi kenaikannya,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, mulai 1 juni 2018 lalu diberlakukan perwal tentang kenaikan tarif retribusi uang kebersihan sampah yang mencapai Rp 500 sampai Rp 1.000 /harinya. Sementara retribusi kios naik  Rp 150 per meter ukuran kios. Namun para pedagang merasa keberatan lantaran saat ini banyak diantara mereka yang masih dalam masa penyesuaian pasca revitalisasi pasar.

Ketua PPJP Kota Semarang, Surrahman mengatakan, idealnya kenaikan uang kebersihan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi pasar yang saat ini masih sepi pasca dilakukan revitalisasi di sejumlah pasar. Surahman mengaku heran, kebijakan yang dibuat tersebut apakah berdasar pengecekan di lapangan atau tidak.

Salah satu pedagang di Pasar Sampangan Baru, Jumari mengatakan, sejak menempati lokasi baru ia mengaku masih sepi pembeli. Bahkan, ia juga kehilangan pelanggannya lantaran posisi lapaknya yang saat ini berada di lantai dua. Ia berharap, kebijakan kenaikan tarif retribusi dapat ditunda dan dikurangi tarifnya. (tsa/zal)