Awasi Ketat Hewan Qurban

451

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Jelang Idul Adha, Pemkab Semarang mulai melakukan pengawasan ketat terhadap lalulintas hewan ternak. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan, Wigati Sunu mengungkapkan jika hewan ternak dari wilayah luar yang akan digunakan untuk kurban saat ini sudah mulai banyak ditemui di wilayahnya.

“Kita intensifkan perhatian kita untuk melihat apakah hewan layak (untuk kurban) nanti atau tidak,” ujar Wigati, Selasa (31/7).

Seperti diketahui wilayah Kabupaten Semarang merupakan jalur lalulintas hewan ternak. Pengawasan dilakukan untuk melihat ada tidaknya penyakit menular. Sehingga pemeriksaan kepada semua hewan ternak di pasar hewan dilakukan.

Untuk mengantisipasi adanya hewan ternak yang tidak layak beredar, pemberian sertifikat kelayakan kepada ternak akan digunakan. Sertifikat tersebut akan dikeluarkan kepada hewan yang sudah lolos pemeriksaan kesehatan. “Jangan sampai ada hewan yang sakit dan menular kepada hewan kurban yang lain baik sapi maupun kambing,” katanya.

Selain memeriksa, petugas juga memberikan vitamin agar sapi kurban benar benar sehat hingga pelaksanaan hari raya nanti. Pengawasan intensif juga akan dilakukan di pasar hewan Ambarawa.

Dimana pasar hewan merupakan pintu gerbang keluar masuk hewan ternak. Dikatakan Wigati, ratusan ekor hewan ternak seperti sapi dan kambing dijual di Pasar Hewan Ambarawa.

Beberapa wilayah yang kerap menyuplai hewan ternak ke Kabupaten Semarang yaitu Kabupaten Demak, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Grobogan. “Tim medis dari Dinas dilibatkan untuk memeriksa ternak yang akan digunakan untuk kurban,” katanya.

Adapun prosedur pemeriksaan tersebut, lanjutnya, meliputi mulut sapi, gigi, mata, kulit dan dubur sapi. Selain memeriksa tubuh, tim medis hewan ini juga memeriksa kondisi bagian dalam dengan menggunakan alat khusus. “Sapi atau hewan lain yang mau dikorbankan itu ada tiga syarat. Boleh dipotong karena sehat, ditolak atau ditunda pemotongannya,” ujarnya.

Selain itu, beberapa petugas medis hewan juga akan diterjunkan di wilayah Kecamatan Susukan karena memiliki sejarah sebagai wilayah endemik antrak. Dikatakannya, tahun sebelumnya pernah ditemukan kasus dua hewan ternak mengandung cacing hati. Dijelaskannya, untuk tampilan hewan ternak yang memiliki cacing hati, secara kasat mata memang terlihat sehat.

Sehingga, pemeriksaan hewan ternak sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi. Pelatihan terhadap calon penjagal juga akan dilakukan. Sehingga para penjagal hewan ternak tersebut dapat mengetahuicara menyembelih yang benar. (ewb/bas)