Ajarkan Batik, Diikuti Peserta dari Perancis dan Portugal  

250
WORKSHOP BATIK : Ratusan peserta, termasuk peserta dari Perancis dan Portugal sedang mengikuti International Workhsop Batik di Fakultas Teknik UNNES, Selasa (31/7/2018). (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WORKSHOP BATIK : Ratusan peserta, termasuk peserta dari Perancis dan Portugal sedang mengikuti International Workhsop Batik di Fakultas Teknik UNNES, Selasa (31/7/2018). (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebanyak 150 peserta dari berbagai kota mengikuti pelatihan pembuatan batik selama 7 jam di Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (31/7) kemarin. Bahkan, ada peserta dari Perancis dan Portugal. Para peserta yang didominasi kalangan anak muda, juga mendapatkan materi dari Doddie K Permana, seorang Tekstil Desainer asal Bandung.

Ketua Panitia, Siti Nurrohmah, menyampaikan bahwa Doddie K Permana merupakan seorang maestro yang sudah berkecimpung selama 30 tahun di industri desain tekstil. Doddie orang yang senang membagikan ilmu dan pengalamannya.

Dijelaskan, pada pelatihan proses pembuatan motif batik kali ini, menggunakan bahan berupa malam dingin. “Bahan ini dianggap lebih ekonomis ketimbang bahan malam panas. Sebab malam dingin dapat dengan mudah diolah menggunakan bahan-bahan tertentu seperti tepung ketan ataupun tepung rumput laut. Hal itu dapat meminimalisir limbah,” tambahnya.

Dalam International Workhsop Batik ini, peserta didampingi oleh 15 Mentor yang mengajarkan mereka bagaimana caranya membuat motif batik hingga mewarnainya. Peserta dibebaskan dapat membuat batik dengan kreativitasnya masing-masing.

“Saya sudah 3 kali datang ke Unnes memberikan pelatihan. Kali ini saya tidak hanya mengajar orang Semarang, namun ada dari Solo, Jogja, Bandung, Surabaya, bahkan ada peserta yang berasal dari Perancis dan Portugal,” kata pemateri utama, Doddie K Permana.

Lulusan ITB tahun 1970 ini juga menyampaikan, dalam proses pembuatan batik menggunakan malam dingin, peserta dituntut sabar dan teliti. Sebab cat lukis tekstil tidak boleh mengenai motif batik agar tak merusak orisinalitas motif batik sendiri.

“Kelemahan malam dingin adalah mudah luntur saat proses pengolahannya. Kelebihnya banyak, malam dingin dapat diolah dengan bahan-bahan sederhana seperti tepung,” kata Doddie. (cr2/ida)