Ajari Warga Kampung Malon Bikin Oleh-Oleh

258
BERI PELATIHAN : Ketua tim LP2M Unnes, Nana Kariadi mendampingi warga memberikan pelatihan untuk membuat jajanan sebagai oleh-oleh khas Desa Wisata Malon, Gunung Pati, Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI PELATIHAN : Ketua tim LP2M Unnes, Nana Kariadi mendampingi warga memberikan pelatihan untuk membuat jajanan sebagai oleh-oleh khas Desa Wisata Malon, Gunung Pati, Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (Unnes), bekerja sama dengan Indonesia Power melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat Desa Malon Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pembinaan berupa pembuatan oleh-oleh khas setempat.

Ketua tim LP2M Unnes, Nana Kariadi mengatakan, sebelumnya Unnes dan Indonesia Power mendampingi Desa Malon menjadi sentra batik yang menggunakan bahan-bahan pewarna alam ramah lingkungan dan tidak mudah pudar.

“Program pertama tersebut sudah berjalan dan bisa mendatangkan wisatawan untuk berburu batik di Kampung Malon,” katanya kemarin.

Untuk melengkapi Desa Malon sebagai desa wisata, tim LP2M Unnes dan Indonesia Power, kembali memberikan pelatihan membuat makanan dengan bahan dasar hasil bumi setempat untuk dijadikan oleh-oleh. “Makanan olahan ini dapat dijadikan hidangan yang lezat dan juga bisa dijadikan buah,” tuturnya.

Ia menjelaskan Malon punya potensi dan komoditi yang besar dari hasil bumi. Selain kepada warga setempat, pelatihan juga diberikan kepada santri Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati.

“Setelah berhasil membuat oleh-oleh, nanti juga akan dilakukan pendampingan mulai dari proses pengemasan dan pemasaran,” paparnya.

Sementara itu Supervisor Senior Keamanan dan Humas Indonesia Power, Darmawan menjelaskan, pihaknya konsen dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Juga  memberikan bantuan uang pendampingan Rp 15 juta untuk membeli sarana yang dibutuhkan. “Harapan kami ke depan masyarakat Desa Malon bisa sejahtera dan meningkat taraf hidupnya apabila nanti menjadi desa wisata yang maju,” tukasnya. (den/lis)