603 Sekolah Tidak Nyaman

241
TAK NYAMAN : Siswa SD di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, mengikuti kegiatan belajar di tengah kepungan rob yang menggenangi ruang kelas. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK NYAMAN : Siswa SD di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, mengikuti kegiatan belajar di tengah kepungan rob yang menggenangi ruang kelas. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana sebesar Rp 20 miliar untuk merehab 603 sekolah. Terdiri dari 520 SD dan 83 SMP.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sapras) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarsono, mengungkapkan bahwa sejumlah gedung sekolah yang mengalami rusak, lantaran tergenang banjir rob dan usia bangunan yang sudah tua.

Berdasar data, di wilayah pesisir ada 15 bangunan sekolah yang masuk target rehab karena terkena banjir rob. Proses rehab dengan meninggikan lantai sekolah. Kondisi sekolah yang sering terendam banjir rob salah satunya SMP N 3 Tirto.

“Masih ada beberapa sekolah yang tergenang banjir rob, seperti SD yang ada di Desa Pecakaran dan Desa Semut. Airnya sampai masuk ke ruang kelas, sehingga menganggu proses belajar siswa, gedung sekolah yang seperti ini yang kita tangani,” ungkap Sumarsono.

Pihaknya akan menggunakan sistem skala prioritas dalam rehab bangunan sekolah. Mengingat keterbataan anggaran. Perbaikan dilakukan di tingkat PAUD hingga SMP.

Menurutnya pada tahun 2018 ini sudah 200 bangunan dari PUAD hingga SMP yang sudah diperbaiki, sebagian besar adalah rehab kerusakan ringan dan berat, serta beberapa diantaanya untuk bangunan ruang kelas baru (RKB). “Kita lakukan perbaikan sesuai anggaran yang ada,” kata Sumarsono.

Sementara itu, Kepala SMP N 3 Tirto,  Nariko Chandra Khaerani, menjelaskan, sejak sekolahnya diperbaiki dengan peninggian jalan, dan pembuatan tanggul di sekitar sekolah, jumlah siswa baru meningkat hingga 30 persen jika dibandingkan tahun ajaran sebelumnya.

“Kami berharap dengan rehab ruang kelas bisa membuat proses belajar mengajar nyaman dan mampu meningkatkan prestasi siswa. Mengingat selama ini jika banjir rob datang, air masuk ke ruang kelas dan sangat menganggu siswa belajar,” jelas Nariko. (thd/zal)