10 Hari  8 Nyawa Melayang di Jalan

283
OLAH TKP : Satlantas Polres Pekalongan melakukan oleh TKP laka lantas di Jalan Raya Kajen, beberapa waktu lalu. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepuluh hari terakhir 8 nyawa melayang di jalan raya jalur Pekalongan. Kecelakaan lebih disebabkan faktor manusia atau kurang hati-hati saat berkendara.

“Faktor terbesarnya adalah kelalaian manusia. Seperti mendahului kendaraan di depannya, tapi tidak memperkirakan laju kecepatan kendaraan. Sehingga tertabrak kendaraan dari arah berlawanan,” ungkap Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Bobby Anugrah Rachman.

AKP Bobby Anugrah Rachman juga mengatakan faktor lainnya, yaitu faktor lingkungan adanya polisi tidur yang terlalu tinggi tidak sesuai prosedur. Sehingga banyak kendaraan yang terjatuh.

Terkait hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri No.3 Tahun 1994, pembangunan polisi tidur yang benar sesuai aturan yaitu tinggi maksimal 12 cm dengan derajat kemiringan 15 persen dan lebar minimum 15 cm. 

“Kami sudah koordinasi dengan Dishub terkait pembuatan polisi tidur. Harus sesuai prosedur atau aturan yang ada,” kata AKP Bobby.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, menegaskan untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lantas Polres Pekalongan, untuk memasang rambu-rambu di beberapa titik yang dianggapnya rawan kecelakaan.

“Seperti pemasangan marka jalan, rambu-rambu peringatan berlalu lintas juga telah kami pasang, agar pengendara berhati-hati. Ketika faktor utama kecelakaan adalah dari pengendara atau manusianya, itu menjadi persoalan tersendiri,” tegas Muhlisin. (thd/zal)