Terminal segera Pindah, Sopir Bus AKDP Resah

5446
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan segera dipindahkan oleh Dinas Perhubungan dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron dan Mangkang. Pemindahan tersebut menyusul adanya hasil rapat yang digelar Dishub Jateng bersama Dishub Kota Semarang bersama Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) terkait pemindahan tersebut pekan lalu. Dishub Kota Semarang menargetkan melakukan pemindahan maksimal 1 September mendatang. Karuan saja, rencana pemindahan terminal tersebut, membuat para awak bus resah.

Kepala Dishub Kota Semarang, M Khadik, menjelaskan, pemindahan tersebut dilakukan lantaran pembangunan Terminal Terboyo yang telah berganti status dari tipe A menjadi tipe C, yakni untuk Terminal Peti Kemas dan parkir truk.

Khadik mengakui adanya keluhan dari para awak bus AKDP maupun AKAP saat ujicoba sebelumnya telah dilakukan. Hal tersebut ditindaklanjutinya dengan mengirim surat ke Dishub Jateng dan Kementerian Perhubungan terkait pemindahan. “Sekaligus nanti ada perubahan pengawasan ke mereka. Kemarin sudah rapat dengan Dishub Jateng dan kami diberi waktu sampai 1 September,” jelasnya, Senin (30/7).

Untuk proses pemindahan, Khadik berjanji akan segera melakukan sosialisasi. Sehingga saat dipindahkan tidak ada protes seperti sebelumnya.

Ia membeberkan, nantinya bus AKDP dari utara dan selatan akan dipindah ke Terminal Penggaron. Sedangkan bus dari barat akan dipindah ke Mangkang termasuk bus AKAP.

Terkait pembangunan Terminal Terboyo sendiri, Khadik menyebut pada awal September mendatang akan dilakukan pembongkaran. Kemudian, pembangunan dilakukan oleh pemenang lelang yang sebelumnya dilakukan oleh Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang.

“Jadi, ada dua kegiatan. Pertama, pembongkaran aset yang sudah ada pemenang lelangnya dan ditangani Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kemudian pembangunan terminal barang oleh Distaru,” terangnya.

Terkait keberadaan PKL, pihaknya mengaku tengah melakukan pendekatan dengan para pedagang yang ada di Terminal Terboyo. Salah satu cara pendekatannya adalah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dengan menawarkan Pasar Banjardowo sebagai tempat relokasi.

“Kami beri waktu sampai Agustus. Tapi pendekatan terus dilakukan supaya segera pindah. Kalau mereka ingin di Terminal Mangkang, itu bukan wewenang kami. Wilayahnya pusat,” tegasnya.

Salah satu sopir bus AKDP jurusan Semarang-Jepara, Eko Setyo Utomo, mengaku hingga kini belum menerima sosialisasi pemindahan terminal. Eko gusar dengan rencana pemindahan ke Terminal Penggaron. Pasalnya pada ujicoba yang dilakukan Dishub Kota Semarang, pendapatannya turun drastis hingga 50 persen.

“Biasanya dapat Rp 200 ribu dalam sehari, turun jadi Rp 100 ribu. Itu masih ada tanggungan lainnya. Karena perjalanan dari Penggaron tidak ada penumpang. Jadi, bus buang-buang bahan bakar saja,” ujarnya ditemui di Terminal Terboyo.

Di lain sisi, pemindahan bus AKDP ke Terminal Penggaron akan mempengaruhi jam perjalanan yang jauh lebih lama. Hal tersebut, katanya, berdampak pada jumlah perjalanan Semarang-Jepara yang biasanya bisa dilakukan dua kali, menjadi sekali perjalanan saja. “Pastinya jam perjalanan berubah, dan jumlah penumpang pasti berkurang. Ya itu tadi, dari Penggaron sampai Genuk tidak ada penumpang,” keluhnya.

Selain itu, pada ujicoba pemindahan, menurutnya, tidak semua bus masuk ke Penggaron maupun Mangkang. Bahkan, sejumlah bus justru putar balik di tengah jalan dan ngetem di titik tertentu. Hal ini pun menyebabkan munculnya terminal bayangan di sejumlah tempat. “Karena kalau tidak ngetem di jalan, kita rugi besar. Masak harus mondar-mandir tanpa penumpang,” imbuhnya.

Rute yang dilalui bus menuju terminal juga tidak pasti. Dari arahan Dishub beberapa waktu lalu, bus diarahkan melalui jalan tol. Hal itu justru semakin memperpanjang jarak tempuh bus. Bahkan, sebagian bus AKDP yang dipindah ke Penggaron memillih rute sendiri, yakni melalui pertigaan Genuk melewati Jalan Woltermonginsidi. “Lha itu semakin semrawut nantinya,” katanya. (tsa/aro)