Sekolah Pengganti Belum Dibangun

Siswa Masih Menumpang Belajar di Masjid

364
UNJUK RASA: Puluhan warga dan Wali Murid SDN 2 Protomulyo melakukan aksi demonstrasi menuntut sekolah segera dibangun. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNJUK RASA: Puluhan warga dan Wali Murid SDN 2 Protomulyo melakukan aksi demonstrasi menuntut sekolah segera dibangun. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Puluhan orangtua wali murid SDN 2 Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan melakukan aksi unjuk rasa. Aksi dilakukan dengan menghadang rombongan Bupati Kendal, Mirna Annnisa bersama Anggota DPR RI saat akan meninjau jembatan layang tol Semarang-Batang di Desa setempat.

Aksi dilakukan lantaran anak-anak mereka menjadi terlantar karena adanya pembangunan tol Semarang-Batang telah menerjang SDN 2 Protomulyo. Sementara sampai saat ini, sekolah sudah dirobohkan untuk dibangun jalan, tapi sekolah untuk anak-anak mereka belum dibangun.

Dengan membawa poster dan spanduk berisikan tuntutan, puluhan wali murid itu siap dibawah jembatan layang jalan tol Batang-Semarang. Mereka nampak menunggu iring-iringan rombongan Bupati Kendal dan anggota DPR RI yang hendak melintas.

Para wali murid itu mengaku hanya ingin pendidikan anak-anak mereka yang terlantar ini diberikan perhatian dari pemerintah daerah. Sebab, sudah hampir setahun siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak diruang kelas.

“Anak-anak selama ini belajar dengan meminjam tempat di teras Masjid. Jadi belajar lesehan, tanpa meja kursi karena keterbatasan tempat yang ada di pengungsian ini. Jadi kasihan, mereka belajar jadi kurang nyaman. Selain itu ruangan terbuka menjadikan terganggu suara bising para pelintas jalan yang lewat,” kata Ketua Komite SDN 2 Protomulyo, Setia Nugraha, kemarin (30/7).

Dan yang lebih memprihatinkan lagi, lanjut Setia, Sekolah sudah hampir dua tahun dirobohkan namun sampai sekarang belum ada titik terang. Menenganai kapan dan target pembangunan sekolah bisa selesai. “Kami meminta kepastian, kapan sekolah bisa dibangun,” tuturnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari wali murid, bupati kemudian mencoba mendinginkan suasana. Bupati Mirna menjelaskan kepada warga jika lahan untuk pengganti SD yang digusur sudah siap. “Kami pastikan pekan depan sudah mulai dilakukan pembangunan sekolah, termasuk memperbaiki jalan rusak akibat pembangunan tol ini,” paparnya.

Diakuinya, jika pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal sudah menyiapkan lahan pengganti SD sejak 2016 lalu. Tapi pembangunan semua diserahkan pada kesiapan pelaksana dalam hal ini PT Waskita  Karya. “Makanya kami akan segera minta kepada PT Waskita untuk segera melakukan pembangunan SD, sebab kasihan anak-anak ini harus belajar tanpa meja kursi,” jelasnya.

Selain meminta sekolah yang digusur akibat tol segera dibangun, Bupati juga meminta PT Waskita untuk memperbaiki seluruh jalan yang rusak akibat dilalui pembangunan tol. “Banyak jalan yang rusak akibat tol, semua harus diperbaiki sebelum proses pembangunan tol selesai,” tandasnya. (bud/bas)