Pedagang Banjarsari Tuntut Sekda Mundur

353
UNJUK RASA : Para pedagang Banjarsari yang tegabung dalam Persatuan Pedagang Kawasan Jalan Mangga Pasar Banjarsari (P2KJMPB), melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemkot Pekalongan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
UNJUK RASA : Para pedagang Banjarsari yang tegabung dalam Persatuan Pedagang Kawasan Jalan Mangga Pasar Banjarsari (P2KJMPB), melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemkot Pekalongan. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pedagang Banjarsari yang tegabung dalam Persatuan Pedagang Kawasan Jalan Mangga Pasar Banjarsari (P2KJMPB) Pekalongan, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkot  Pekalongan, Senin (30/7). Mereka menuntut tempat relokasi yang layak seperti yang dijanjikan Sekretaris Daerah Pemkot Pekalongan Sri Ruminingsih.

Pedagang menilai sekda ingkar janji pada ratusan pedagang Pasar Banjarsari. Karena hingga kini pedagang belum mendapat tempat relokasi yang layak.

Zamrony, salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa pada tanggal 14 Mei 2018 lalu, Sekda Sri Ruminingsih berjanji memberikan pasar darurat yang layak dan bagus dalam waktu cepat. Namun sudah lebih dari 7 bulan, sekda tidak menepati janji. “Kami minta sekda temui kami. Tepati janjinya untu pasar darurat yang layak, atau Sekda Sri mundur dari jabtannya,” teriak Zamrony dalam orasinya.

Zamrony juga mengatakan sekda juga selalu mengatakan tidak akan memindahkan pedagang ke tempat lain, karena telah puluhan tahun berdagang. Namun pada kenyataannya para pedagang harus pindah, ke lokasi pasar darurat di Lapangan Sorogenan. Tempat relokasi tersebut dinilai sangat tidak layak dan sempit, sehingga lebih dari 500 pedagang tidak dapat berjualan, karena tidak adanya lagi lapak yang bisa ditempati.

“Kami kecewa dengan janji manis Sekda Sri, faktanya Jalan Mangga harus segera disterilkan. Kami disuruh pindah ke kawasan Sorogenen yang hanya bisa ditempati oleh 72 pedagang saja, sedangkan seluruh pedagang Jalan Mangga ada 450 orang. Ini menunjukan bahwa sekda tidak pernah ke lapangan dan tidak mengerti permasalahan pedagang korban kebakaran Pasar Banjarsari,” tegas Zamrony.

Sementara itu, Sekda Sri Ruminingsih, ketika dikonfirmasi oleh beberapa awak media tidak bersedia menemui dengan alasan rapat penting. Hingga pukul 12.30 WIB, para demonstran yang berada di lingkungan Pemkot Pekalongan pun bubar dengan sendirinya. (thd/zal)