Longsor, Jalur Alternatif Ditutup

459
HARUS HATI-HATI : : Proyek pembangunan talut jalan alternatif Temanggung-Semarang (lewat Sumowono) ambrol. Untuk  sementara truk bermuatan dilarang melintas. (BPBD Temanggung For Radar Kedu )
HARUS HATI-HATI : : Proyek pembangunan talut jalan alternatif Temanggung-Semarang (lewat Sumowono) ambrol. Untuk  sementara truk bermuatan dilarang melintas. (BPBD Temanggung For Radar Kedu )

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Akibat longsor yang terjadi di Dusun Lamuk Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung, Minggu (29/7), akses jalan alternatif  Temanggung – Semarang (Sumowono) untuk sementara ditutup bagi kendaraan berat (mobil bermuatan barang).

“Kami telah berkoordiasi dengan Satlantas Polres Temanggung. Kami minta melakukan buka tutup di jalur tersebut dan meminta truk atau colt bermuatan dilarang untuk melintas karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan di lokasi tersebut,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, Senin (30/7).

Gito Walngadi menerangkan, Minggu (29/7) kemarin, longsor terjadi dua kali. Longsor  pertama terjadi sekitar pukul 09.00 dan kedua pukul 16.00. Longsor susulan lebih besar dibanding longsor pertama. Akibat longsor tersebut, ruas jalan saat ini tinggal separo.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Adapun kerugian masih kita hitung, “ ujarnya.

Menurut dia, di lokasi longsor tersebut, sebenarnya tengah berlangsung proyek pembangunan talut setinggi 10 meter panjang 25 meter. “Sebelumnya memang sudah ada retakan di jalan tersebut, sedangkan pembangunan talut dimaksudkan mengantisipasi terjadinya longsor. Pembangunan belum rampung,  malah terjadi longsor di lokasi tersebut,” keluhnya.

Untuk  langkah antisipasi, pihaknya bersama polisi-TNI serta relawan memasang rambu-rambu  rawan longsor, memasang police line dan lampu di sekitar longsor. (san/lis)