COBA LAYANAN : Ketua Yayasan Widya Husada, dr Muharso SKM di Klinik Pendidikan Fisioterapi Stikes Widya Husada Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
COBA LAYANAN : Ketua Yayasan Widya Husada, dr Muharso SKM di Klinik Pendidikan Fisioterapi Stikes Widya Husada Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jika BPJS Kesehatan tak lagi menjamin layanan fisioterapi, maka Stikes Widya Husada (WH) Semarang kini membuka klinik pendidikan fisioterapi bagi masyarakat umum. Layanan tersebut diresmikan bertepatan dengan acara Dies Natalis Akademi Fisioterpi Widya Husada ke-21, Senin (30/7) kemarin.

Direktur Akademi Fisioterapi Widya Husada, Zainal Abidin SST, MH mengatakan bahwa pelayanan tersebut memiliki fasilitas semua jenis fisioterapi, mulai dari cedera ringan, hingga penyakit stroke ataupun kanker. “Mulai dari terapi ringan sampai yang berat bisa dilayani, fasilitasnya bisa dibilang sangat lengkap,” katanya kemarin.

Rencananya, selama satu minggu ke depan, pihaknya menghadirkan layanan fisioterapi gratis bagi masyarakat umum. “Selama satu minggu ini kami melakukan pengabdian masyarakat, memberikan layanan tanpa dipungut biaya,” tuturnya.

Zainal mengungkapkan, di klinik tersebut melayani beberapa jenis metode terapi seperti electrical stimulation therapy, neuromuskuler, terapi latihan dan lain-lain. Berbeda dengan klinik lainnya, metode yang digunakan lebih mengunggulkan terapi latihannya. “Seperti diketahui, metode terapi latihan dilakukan guna mengembalikan fungsi gerak dan memberikan penguatan agar organ tubuh berfungsi normal,” jelasnya.

Selain itu, klinik pendidikan fisioterapi juga dijadikan media pembelajaran bagi mahasiswa jurusan Fisioterapi. “Orientasinya bukan untuk mencari keuntungan, disini mahasiswa bisa praktik dengan bimbingan ahli fisioterapi,” ucapnya. (den/ mg7/mg8/ida)