Kenalkan Jajanan Khas hingga Tanamkan Kerukunan

Ardiawan Bagus Harisa dkk Ciptakan Board Game Balap Kuliner

255
INOVATIF: Ardiawan Bagus Harisa dan empat temannya saat memainkan game Balap Kuliner. (DOKUMEN PRIBADI)
INOVATIF: Ardiawan Bagus Harisa dan empat temannya saat memainkan game Balap Kuliner. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Zaman now permainan meja atau board game sudah mulai luntur. Kalah dengan game online maupun aplikasi game di handphone. Ardiawan Bagus Harisa dan empat rekannya mencoba mengembalikan kejayaan board game. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

DULU kita mengenal board game seperti Ular Tangga dan Monopoli. Namun belakangan sudah ditinggalkan, dan lebih memilih memainkan gadget. Untuk mengembalikan board game ini, Ardiawan Bagus Harisa membuat inovasi baru. Pria 26 tahun ini bersama empat rekannya berinovasi membuat board game dengan nama “Balap Kuliner”.  Menariknya, permainan konvensional ini dibuat dengan menampilkan jajanan dan situs peninggalan di Kota Semarang.

Keempat rekannya itu, Reza Faiz Atta Rahman dan Reza Akbar Setyawan, keduanya Sarjana Teknik Informatika Udinus, Semarang. Dua lainnya, Dini Marlina, ilustrator buku cerita anak, dan Abigail Tan, ilustrator muda. Keduanya berperan sebagai ilustrator dalam mengerjakan board game Balap Kuliner.

Para perancang board game Balap Kuliner juga menampilkan kerukunan antar manusia yang hidup di sebuah kota meskipun berasal dari ras atau daerah berbeda. Bahkan juga ada pesan moral di dalamnya. Ada pesan untuk mendekatkan interaksi orangtua dan anak dalam sebuah permainan di atas meja. “Permainan ini kami buat memang untuk keluarga, supaya orangtua dan anak lebih banyak waktu untuk saling berkomunikasi lewat game. Apalagi soal makanan. Bisa jadi sambil main, sambil mikirin makanan gitu, pasti enak,”kata Ardiawan Bagus Harisa sambil tersenyum.

Dalam permainan tersebut, kata dia, menceritakan tentang turis lokal hingga mancanegara yang bertemu di festival kuliner di Kota Semarang. Kemudian, para turis berlomba untuk mencicipi roti ganjel rel, manisnya wingko babat, lezatnya bandeng presto, hingga kegurihan lunpia.

Namun untuk mencari jajanan lezat itu, para turis harus bekerja keras untuk mencari jalan tercepat menuju toko-toko jajanan tersebut. Belum lagi mereka akan dihadapkan dengan panasnya cuaca dan hiruk pikuk lalu lintas di pusat kota. Tak hanya itu, mereka juga harus menunggu shuttle bus untuk bisa pulang dan membawa kuliner kota tersebut.

Reza Faiz Atta Rahman menambahkan, permainan tersebut bisa dimainkan 2-4 pemain, dengan usia minimal 10 tahun. Ia menyampaikan, dengan mekanik grid movement dan card, game ini memerlukan waktu 20 menit untuk setiap permainan. Sedangkan komponen game terdiri atas satu papan permainan, dua bidak bus, empat bidak karakter, delapan kartu jajanan, 20 kartu jalur, dan 32 kartu lantas (lalu lintas) atau kartu aksi.  Target utama dari board game bakul adalah keluarga.

“Pada setiap giliran pemain, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, menggunakan kartu di mana pemain dapat menggunakan selanjutnya,” katanya.

Dini Marlina menyebutkan, keuntungan bermain board game adalah dapat lebih banyak berinteraksi secara langsung kepada semua pemain. Sehingga menjadi cara manjur untuk mengurangi kecanduan pada device digital atau gawai.

“Kalau di game online, banyak konten atau percakapan negatif yang susah difilter, karena banyak pemain dengan berbeda-beda latar belakang dan tidak saling mengetahui masing-masing,” ujarnya.

Sejumlah keunggulan permainan ini, dikatakannya, dibutuhkan pemikiran untuk menyusun jalan. Seperti pada permainan monopoli, pemain lebih banyak tergantung pada unsur ketidakpastian, karena langkah pemain tergantung dari dadu. Maka permainan Balap Kuliner meminimalisasi unsur tersebut. Sebagai alternatif, pemain menggunakan kartu aksi di mana pemain dapat memilih sendiri aksi yang diinginkan.

“Permainan Balap Kuliner masih sebatas kami pasarkan melalui toko-toko online. Jika ingin mengerti lebih detail, literasi tentang latar belakang permainan dapat diakses melalui https://balapkuliner-337.mailtrgt.com/,” jelasnya. (*/aro)