33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Kandaskan PSIR, Persibat Jauhi Degradasi

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pada pertandingan terakhir di paruh pertama Liga 2 Indonesia, Persibat Batang akhirnya sukses menjauhi zona degradasi, setelah mengandaskan tamunya PSIR Rembang di Stadion Moh Sarengat Batang, Senin (30/7/2018).

“Kami bersyukur kepada pemain dan pelatih, kami bisa mengakhiri paruh pertama dengan happy ending,” ucap Kepala Pelatih Persibat Batang, Daniel Roekito usai pertandingan.

Kemenangan tersebut juga dimaknai Kapten Persibat Batang, Arif Budiono dengan motivasi untuk menyongsong paruh kedua dengan lebih baik. Juga mengucapkan banyak terimakasihnya atas dukungan penuh dari suporter dan masyarakat kabupaten Batang.

Alhamdulillah kami bermain dengan tenang, semua berkat suporter dan dukungan masyarakat Batang. Saya bersyukur dan berterimakasih pada semuanya,” terangnya.

Dengan kemenangan ini, Persibat bisa  naik ke peringkat 6 dengan 16 poin. Laga selanjutnya, Persibat akan kembali bertemu dengan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rembang.

Jalannya pertandingan, Laskar Alas Roban julukan Persibat Batang yang bermain di hadapan pendukungnya, bermain trengginas sejak menit awal. Terbukti baru 3 menit berjalan, handsball pemain Rembang di kotak penalti Persibat menghasilkan tendangan penalti untuk tuan rumah. Ugik yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Gol untuk Persibat merubah papan skor sementara, 1-0 untuk tuan rumah.

Serangan kembali dilesatkan oleh Yoga, pemain bertubuh mungil asli lokal Batang ini membahayakan pertahanan tim ‘Dampo Awang’ julukan PSIR. Sayang, tendangannya masih lemah sehingga mudah ditangkap oleh kiper PSIR Rembang, Octa Wahyu.

Namun usaha Persibat berbuah, pada menit 10, tendangan langsung Busari dari arah depan gawang yang sangat kencang tidak dapat dihadang Octa, dan gol 2 – 0.

PSIR Rembang juga beberapa kali menekan pertahanan Persibat. Namun kerja sama apik dari Budi dan Bagas dapat menghalau bola yang datang ke area pertahanan Persibat. Tim tuan rumah kembali menyerang. Melalui serangan balik cepat, Allama membawa bola ke depan gawang PSIR namun belum membuahkan gol.

Petaka di menit 43, pemain PSIR Rembang, Nasichin melesatkan tendangan ke gawang M. Tri Febriyanto dan gol, skor 2-1 hingga babak pertama selesai.

Babak kedua, serangan didominasi oleh tuan rumah Persibat. Tapi gol baru bertambah ketika memasuki menit 76, tendangan langsung Ugik membuat Octa Wahyu tidak berkutik, sempat ditepis gila dengan pelan memantul dan masuk gawang, kiper yang sudha terjatuh hanya bisa melihat bola masuk. Dan skor 3-1 untuk keunggulan Persibat Batang. (han/lis)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Nadine Patroli Sampah di Simpang Lima

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puteri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata, Minggu (25/2) pagi, melakukan patroli dan bersih sampah di lapangan Simpang Lima Semarang. Dalam aksinya, artis yang...

Ditunda Lagi, Forum Panitia Desa Geram

DEMAK- Sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Panitia Pengisian Perangkat Desa Kecamatan Mranggen kemarin mendatangi Pendopo Kabupaten Demak, di Jalan Kiai Singkil, Kota Demak....

Komisaris Utama BPR Arto Moro Terima Leadership Award 2017

RADARSEMARANG.COM - Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Kedu yang pada akhir tahun ini menggelar program apresiasi bertitel Leadeship Award 2017, memberikan penghargaan kepada...

Orang Bercadar Serang Kampung Nambangan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua warga Kampung Nambangan Magelang Tengah kota Magelang terluka akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh puluhan orang tidak dikenal bercadar...

Jinakkan Macan Kemayoran!

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Matchday ke-5 ajang Liga 1 akan dilakoni tim PSIS Semarang sore (20/4) ini. Kali ini, tim berjuluk Mahesa Jenar akan melakoni laga...

Developer Masih Terkendala Harga Tanah yang Tinggi

Proyek pembangunan sejuta rumah untuk rakyat telah dimulai pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh pada...