Hari Nur Selamatkan Mahesa Jenar

806

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Gol sundulan Hari Nur Yulianto pada menit ke-81 hasil umpan tarik dari Bako mampu menyelamatkan PSIS Semarang dari kekalahan dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia, Senin (30/7) tadi malam di Stadion Moch Soebroto saat menjamu PSM Makassar. Sebelumnya, anak-anak asuhan Anneese harus tertinggal lebih dulu pada babak pertama. Gol PSM Makassar dicetak oleh Zulham Zamrun pada menit ke-45+1.

Laga berjalan cukup keras. Terbukti Wasit Al Thoriq Al Katiri asal Jawa Barat harus merogoh lima kartu kuning. Babak pertama berjalan cukup ketat. Kedua tim saling jual beli serangan. Tercatat, para pemain PSIS mampu beberapa kali menciptakan peluang. Bruno yang diplot untuk memborbardir gawang PSM yang dijaga oleh Syaiful, bahkan harus turun ke tengah untuk menjemput bola. Pergerakan efektif PSIS lebih didominasi permainan menyerang dari sayap kanan. Pemain depan Mahesa Jenar, Komar, bahkan mampu menerobos hingga ke garis berbahaya PSM.

Namun beberapa peluang PSIS harus kandas akibat rapinya barisan pertahanan PSM yang digawangi oleh Abdul Rahman, Asnawi, Reva dan Paulle. Bahkan sang kapten PSM, Zulkifli mampu memberikan serangan balik yang cukup efektif. Kiper PSIS, Jandia Eka, harus jatuh bangun mengamankan gawangnya.

Petaka untuk PSIS terjadi di menit ke-42. Pergerakan Zulham Zamrun dihentikan oleh pemain PSIS dengan cukup keras. Wasit Thoriq Al Katiri terpaksa memberikan free kick kepada PSM.

Marc Klok yang mengambil tendangan bebas mampu membuat Jandia terjatuh setelah memblok tendangannya. Namun Jandia yang baru bangun setelah sempat terjatuh akibat benturan dengan pemain PSM, tak menyadari Zulham dengan bebas melesakkan tendangan keras melengkung ke pojok kiri gawang pada menit ke-45+1. Gool. Kedudukan menjadi 1-0 untuk kemenangan PSM.

Gol ini diprotes keras oleh Bruno. Pemain tamu dianggap melanggar Jandia dan terjadi foul. Protes Bruno yang terlalu keras langsung diganjar kartu kuning oleh wasit pada menit ke-45+2.

Babak kedua, pelatih PSIS, Annese, mencoba melakukan perubahan strategi menyerang dengan memasukkan Bako untuk mengganti Bayu Nugroho pada menit ke-57. Strategi ini cukup efektif. Pemain rekrutan baru PSIS asal Lebanon tersebut mempu memberikan tekanan terhadap pertahanan PSM. Terbukti Bako mampu menerobos ke kotak penalti lawan. Dan bahkan melepaskan tendangan keras pada menit ke-63. Namun tendangangn Bako harus melayang jauh ke mistar gawang.

Asa para suporter PSIS melambung ketika pergerakan Bako yang mampu merepotkan barisan pertahanan PSM, mampu mengirimkan umpan tarik ke dalam kotak penalti. Hari Nur yang berdiri bebas langsung menyambut dengan sundulan terukur ke dalam gawang. Gol tercipta pada menit ke-81. Membuat kedudukan imbang menjadi 1-1.

Di sisa sepuluh menit terakhir, kedua tim tetap saling memperagakan offensif. Beberapa peluang tercipta bagi kedua tim. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1. Hasil ini menempatkan PSIS di posisi 16 di klasemen sementara.

Pelatih PSM Robert Rene Alberts seusai pertandingan, mengaku sangat kecewa dengan kondisi lapangan Stadion Moch Soebroto. Bahkan, menurut Robert, garis gawang saja sampai tidak kelihatan. Meski demikian, Robert mengaku cukup puas dengan hasil seri ini. “Sejauh ini, kami telah melakukan lima pertandingan tandang. Mungkin kita satu-satunya tim di liga yang memainkan lima laga tandang,” ujar Robert.

Pelatih PSIS, Vincenzo Alberto Annese, mengaku cukup kecewa dengan hasil tersebut. Karena, harusnya timnya menargetkan meraih poin tiga di kandang. Annese juga menyoroti anak asuhannya yang kurang mampu tampil maksimal dan cenderung lambat panas. Padahal PSM sendiri, menurutnya, hanya bermain menunggu serangan dari timnya.  Annese juga tak membantah kinerja wasit Thoriq yang cukup kurang bagus karena tidak jeli.  “Kita harus berkaca pada diri sendiri dan akan tampil lebih baik lagi di laga berikutnya,” kata Annese (had/aro)