Dua Calhaj Batang Wafat di Tanah Suci

377
BERANGKATKAN - Bupati Batang Wihaji didampingi Forkominda saat memberangkatkan jamaah haji Batang kloter 4,pada Senin (16/7/2018) lalu. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERANGKATKAN - Bupati Batang Wihaji didampingi Forkominda saat memberangkatkan jamaah haji Batang kloter 4,pada Senin (16/7/2018) lalu. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dua orang calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 keberangkatan dari embarkasi haji Donohudan Solo wafat di tanah suci Makkah.

Dua jamaah tersebut yakni, Siti Aminah, 57, warga Desa Tegalsari RT 06 RW 01 Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang dan Supriyati, 51, warga Dukuh Kalipucang, Desa Kranggan RT 01 RW 07 Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang.

“Dari laporan yang masuk, almarhumah Siti Aminah wafat pada 23 Juli 2018, karena mengidap penyakit cardio vascular. Sedang almarhumah Supriyati meninggal pada 29 Juli 2018, karena mengidap penyakit respiratory,” terang Andi Afifudin, Operator Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang Selasa (31/7/2018).

Dijelaskan, Siti Aminah wafat di pemondokan Madinah dan Supriyati wafat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Lanjut Andi, kedua calhaj ini telah dinyatakan istitha’ah (kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental dan perbekalan, Red) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), karena telah mengantongi surat istitha’ah sebelum pelunasan haji.

“Dari keterangan pihak keluarga untuk almarhumah Supriyati, diakui memang pernah menderita penyakit stroke dan kanker,” terang Andi.

Sementara itu Surwiyadi perangkat Desa Kranggan mengatakan, bahwa Supriyati dalam kurun waktu satu tahun terakhir memang mengalami sakit sakitan. Almarhumah sering keluar masuk rumah sakit untuk opname maupun sekadar memeriksakan kesehatannya.

“Saya kurang tahu sakit yang diderita Supriyati ini apa. Kemarin pada saat akan pemberangkatan, saya melihat almarhumah dalam keadaan ceria dan sehat-sehat saja,” imbuhnya.

Supriyati, kata Surwiyadi berangkat menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Pasangan ini mendaftar haji pada tahun 2011. “Kami belum mendapatkan info lebih lanjut dari Kantor Kemenag Batang, apakah jenazah dipulangkan atau tidak,” ucapnya.

Sedang Imam Khasani, anak almarhumah Supriyati mengatakan, pertama kali mendapatkan kabar wafatnya ibunya langsung dari sang ayah. Ia ditelepon dari Makkah setelah setengah jam ibunda meninggal dunia.

“Sebelumnya, Ibu mempunyai riwayat penyakit vertigo terus menjalar ke jantung ke saraf sampai terakhir ibu sakit stroke. Keluarga mengharap, agar jenazah Ibu bisa dimakamkan di tanah suci Makkah,” tandasnya. (han/lis)