52 Desa Berebut Pamsimas

221
SOSIALISASI: Kepala Bappeda Pemkab Demak Taufik Rifai memberikan sosialisasi program pamsimas diruang wakil bupati, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI: Kepala Bappeda Pemkab Demak Taufik Rifai memberikan sosialisasi program pamsimas diruang wakil bupati, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Sebanyak 52 desa di 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Demak disurvei untuk mendapatkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) untuk 2019. Adanya pamsimas ini diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih baik untuk masyarakat mampu maupun tidak mampu secara ekonomi.

Sejauh ini, tercatat ada 133 desa yang sudah memperoleh Pamsimas. Bahkan, dua kecamatan semua telah tercover Pamsimas. Yaitu, Kecamatan Wedung dan Kebonagung. Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Pemkab Demak, Taufik Rifai disela sosialisasi program pamsimas III diruang wakil bupati, kemarin.

Menurutnya, Pamsimas tersebut menjadi sarana untuk mencapai universal acces 100 persen untuk air minum dan 100 persen untuk memiliki sanitasi yang layak. Untuk menyelesaikan program ini, pembiayaan 70 persen dari APBD atau APBN, 4 persen dari kontribusi masyarakat (in cash), 16 persen dari kontribusi tenaga (in kind) dan 10 persen dari APBDes.

“Kita alokasikan dana Rp 1,5 miliar untuk 2019. Alokasi itu untuk 6 desa. Dari 6 desa yang direncanakan ini,diharapkan dana dari APBN bisa untuk mendanai 24 desa lainnya. Dengan demikian, pada 2019 Demak membutuhkan 30 desa pamsimas baru (regular),” katanya.

Desa desa tersebut akan berkompetisi termasuk dalam penganggaran di APBDes. Kendala yang ada saat ini, desa desa dilayah Kecamatan Sayung, Mranggen dan sebagian Karangtengah mengalami kesulitan dalam penganggaran karena APBDes nya minim. Meski demikian, kata dia, desa desa tersebut tetap dapat berkompetisi dengan desa lainnya untuk penganggaran di APBDes. (hib/bas)