Perempuan Didorong ke BPD

168

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Di Kabupaten Wonosobo, meski sudah terlihat adanya perempuan yang cukup aktif di Badan Perwakilan Desa (BPD), jumlahnya belum seberapa. Menurut Kepala Sub Bagian Keuangan dan Aset Desa, Bagian Pemerintahan Setda Aldhiana Kusumawati, salah satu penyebabnya adalah kurangnya sosialisasi implementasi UU Desa yang sebenarnya membuka peluang dan akses yang luas bagi masyarakat desa tanpa terkecuali.

Hal inilah yang menurut Dina menelurkan inisiatif Pemkab Wonosobo melalui Bagian Pemerintahan Setda, untuk membuka pemahaman kepada semua kalangan, bahwa perempuan memiliki kans sama dengan para pria di setiap desa mereka. “Kami berharap ada pemahaman yang baru bagi semua kalangan untuk lebih melibatkan kaum perempuan dalam pembangunan desa,” ungkap Dina yang menjadi moderator dalam forum interaksi desa, di Dieng Creative Hub, Jaraksari, Jumat (27/7).

Salah satu upaya untuk dapat lebih aktif dalam pembangunan desa, menurut Dina adalah dengan terlibat langsung di Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Sudah ada perempuan yang bahkan berani duduk di kursi Ketua BPD, yaitu Ibu Raminah dari Desa Larangan Kulon Mojotengah yang dalam forum ini juga kami undang sebagai narasumber,” terangnya. (ali/lis)