Pendaftaran Penghuni Rusunawa Dibuka

343
CEK RUSUNAWA : Ketua DPRD Kota Pekalongan Balqis Diab saat meninjau rusunnawa Panjang Baru. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
CEK RUSUNAWA : Ketua DPRD Kota Pekalongan Balqis Diab saat meninjau rusunnawa Panjang Baru. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan mulai mebuka pendaftaran untuk calon penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Panjang Baru. Saat ini rusunawa yang sudah berdiri sedang dilengkapi dengan fasilitas dapur.

“Untuk penghuni rusun Panjang Baru total unit huniannya ada 104 unit termasuk 10 unit cadangan. Lantai dasar ada 18 unit, 2 unit untuk difabel. Kemudian untuk lantai 1, 2, 3, 4 masing masing ada 14 unit hunian,” kata Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan Andrianto.

Untuk harga sewa per bulan, sebesar Rp 250 ribu untuk lantai 1, Rp 235 ribu di lantai 2, Rp 225 ribu di lantai 3 dan Rp 210 ribu untuk lantai 4.

Pemkot juga terus berupaya secara bertahap memberi bantuan, untuk penghuni Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Saat ini tercatat ada 1.190 unit RTLH di Kota Pekalongan dan jumlahnya masih bisa terus bertambah karena bencana rob yang meluas.

Andrianto mengungkapkan, pada 2018 ini masih ada target bisa menangani 1.531 RTLH. Tapi karena adanya keterbatasan anggaran, maka program tersebut akan dibagi menjadi beberapa pendanaan. Anggaran dari APBD Kota Pekalongan akan dialokasikan untuk rehabilitasi 680 unit RTLH. Kemudian 700 unit akan ditangani lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan 151 unit lewat Dana Alokasi Khusus (DAK).

Besaran dana dari program-program tersebut bervariasi. Kegiatan Pugar Rumah yang dialokasikan lewat APBD, besarannya Rp 7,5 juta per unit. Sementara untuk BSPS dan DAK, senilai Rp 15 juta per unit. “Dan pada saat ini pula, kita sudah mengajukan proposal dan saat ini masih tahap verifikasi dari CSR Bank Jateng. Dari Bank Jateng pun harapannya Rp 15 juta (per unit),” ungkap Andrianto. (thd/ton)