33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Bos Zeus Sebut Jefri Terima Rp 1 Miliar

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kasus yang menimpa Karaoke Zeus berbuntut panjang. Setelah mantan rekan bisnis Pemilik Saham (Bos) Karaoke Zeus, Thomas, yang bernama Jefry Fransiskus,  31, mempolisikan atas perkara penipuan dan penggelapan, Thomas tak terima. Menurut Thomas, Jefry telah memutarbalikkan fakta.

Thomas menegaskan bahwa Jefry sebenarnya sudah untung besar. Tak hanya menerima pengembalian modal sebesar Rp 400 juta yang awalnya digunakan untuk membangun karaoke, Jefry juga sudah menerima hasil penjualan saham sebesar Rp 600 juta. Dengan demikian, warga Pudakpayung, Banyumanik tersebut, total yang sudah menerima sebesar Rp 1miliar.

“Pernyataan Jefry yang mengaku tidak menerima keuntungan dari hasil bisnis karaoke itu keliru dan tidak benar. Justru dia (Jefry, red) malah sudah untung besar karena mendapatkan pengembalian modal Rp 400 juta dan menjual sahamnya Rp 600 juta kepada Pak Kristanto,” kata Thomas didampingi tim kuasa hukumnya, Gandung Sardjito, Koes Martono, dan Sebastian B Soediono di hadapan awak media, Minggu (29/7).

Dia menyebutkan, penjualan saham tersebut terjadi pada awal Juni 2018. Saat itu, Jefry mengaku membutuhkan uang tunai segera. Berlandaskan niat baik untuk membantu, maka rekannya Kristanto membeli saham sebesar 10 persen milik Jefry di Zeus senilai Rp 600 juta. “Ada buktinya, berupa tanda terima dan tanda tangan di atas materai. Sejak penjualan itu, otomatis Jefry tercatat sudah bukan pemegang saham lagi,” tandasnya.

Thomas menilai, Jefry berupaya menjatuhkan usahanya. Ia juga menegaskan, terkait adanya dugaan prostitusi, informasinya tidak benar. Sebab sejak awal, pemilik karaoke tidak pernah memberikan izin untuk praktik prostitusi. “Sesuai izin usaha yang dimiliki adalah hiburan atau entertainment. Kami duga kasus prostitusi ini rekayasa,” tandasnya.

Dalam pemberitaan, mantan karyawan Zeus, MA melaporkan manajemen karaoke ke Polrestabes Semarang terkait dugaan prostitusi. Belakangan diketahui, MA sendiri menjadi bagian dari mata rantai prostitusi tanpa sepengetahuan manajemen. “MA ini sendiri dipecat atas perlakuannya mencuri dokumen dan data-data penting untuk diserahkan ke Jefry,” imbuhnya kuasa hukumnya, Gandung Sardjito.

Ia mengatakan, setelah tidak menjadi pemegang saham, Jefry menjadikan dokumen itu sebagai alat mencari keuntungan pribadi. Caranya, mengancam manajemen akan menyebarluaskan dokumen dan data-data penting tersebut. Apabila permintaannya tak dipenuhi. ”Ada bukti terjadinya ancaman itu di Semarang, yakni dua orang datang menemui salah satu pemegang saham, Pak Tommy dan membawa dua kardus isi dokumen dan data-data penting. Saat itu, Jefry berada di lokasi dan menyaksikan,” sebutnya.

Disebutkannya, kedua orang tersebut mengatakan kepada Tommy, apabila tidak memenuhi nominal yang diminta, data disebarluaskan. Sedangkan, dugaannya, data dan dokumen ini hasil curian MA yang diberikan ke Jefry. “Terkait perusahaan klien kami yang dituding melakukan penggelapan pajak, jelas tidak benar. Pajak sudah dibayar secara resmi, tiap bulannya sesuai ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Jefry sempat meminta Polrestabes Semarang untuk mencekal Thomas karena kasus prostitusinya sudah ditingkatkan ke penyidikan. Selain itu, Jefry juga meminta penyidik segera memberi garis polisi pada Zeus Karaoke. (jks/ida)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Bosan Tunggu Kejelasan Nasib

JEPARA – Keluhan para tenaga pendidik dan kependidikan di Jepara seakan tak ada habisnya. Terutama yang berstatus sebagai guru tidak tetap dan pegawai tidak...

Angkat Potensi Wisata Kampung Malon

SEMARANG - Desa Malon, Kelurahan Gunungpati, kini terus berbenah untuk menjadi destinasi wisata alam di Kota Semarang. Keunggulan batik Malon yang terletak pada penggunaan...

Hampir 100 Persen WPS Sunan Kuning Idap Penyakit Menular

SEMARANG, RADARSEMARANG.COM - Hampir 100 persen Wanita Pekerja Seks (WPS) di lokalisasi Sunan Kuning terpapar Infeksi Menular Seksual (IMS). Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes)...

Empat Pebasket Putri Jateng Menuju SEA Games

SEMARANG – Empat atlet basket putri asal Jateng yaitu Yuni Anggraeni, Natasha Debby, Mariam Ulfah, dan Dyah Lestari saat ini tengah bergabung dalam seleksi...

PKB Incar Posisi Wakil Gubernur

SEMARANG - Sejumlah partai politik (parpol) mulai bersiap menghadapi bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang. Ada yang masih melakukan pemetaan situasi politik, hingga menentukan...

Bidik Akreditasi Internasional

SEMARANG - Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unissula kembali mendapatkan akreditasi A dengan SK BAN PT no 0176/ SK/ BAN-PT/ Akred/S/I/2017 pada...