72 Pejabat Kendal Diturunkan Jadi Staf

Akibat Mangkir saat Upacara HUT Kendal

1571
PEMBINAAN: Bupati Kendal Mirna Annisa memimpin apel pembinaan kepada 72 pejabat di Kendal yang diduga mangkir saat upacara Hari Jadi Kendal ke-413 lalu. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBINAAN: Bupati Kendal Mirna Annisa memimpin apel pembinaan kepada 72 pejabat di Kendal yang diduga mangkir saat upacara Hari Jadi Kendal ke-413 lalu. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sebagai ASN harusnya malu, karena seharusnya ASN bisa memberikan teladan yang baik kepada warganya sebagai pelayan dan pemimpin.

Mirna Annisa
Bupati Kendal

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Sebanyak 72 pejabat di lingkungan Pemkab Kendal mendapatkan sanksi keras dari Bupati Kendal, Mirna Annisa. Mereka mendapatkan sanksi lantaran kerap mangkir, terutama pada saat upacara Hari Jadi (HUT) Kendal ke-413 yang digelar di Alun-alun Kendal, Sabtu (28/7).

Sebanyak 72 pejabat tersebut dikumpulkan pada apel di halaman Setda Kendal, Minggu (29/7). Mereka yang terang-terangan mangkir tanpa surat keterangan maupun izin yang jelas ini dibina dan diminta membacakan ikrar untuk loyal sebagai PNS di Kabupaten Kendal.

Selain itu, Bupati Mirna juga memerintahkan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal untuk menurunkan jabatan para pejabat tersebut menjadi staf biasa.

Kebanyakan dari mereka yang tidak hadir adalah pejabat eselon III. Mereka diketahui kerap mangkir atau meninggalkann lokasi upacara sebelum kegiatan peringatan HUT Kendal selesai.

Di hadapan pejabat yang mangkir, Bupati Mirna Annisa meluapkan kemarahannya. Menurutnya, sebagai ASN mereka harusnya malu dan sedih. Peringatan HUT Kendal yang merupakan hari besar biasa ditinggal tanpa alasan yang jelas.

Mirna menilai, mereka sudah menyepelekan, tidak menghormati dan tidak loyal dengan Kabupaten Kendal. Padahal tamu undangan, tokoh masyarakat, bahkan anak-anak sekolah yang hadir tampak hikmad mengikuti peringatan HUT Kendal.

“Sebagai ASN harusnya malu, karena seharusnya ASN bisa memberikan teladan yang baik kepada warganya sebagai pelayan dan pemimpin,” tegasnya saat apel kemarin.

Karena itu, Mirna meminta tegas kepada seluruh ASN untuk bertanggungjawab dengan jabatan yang diamanatkan. “Untuk membangun Kendal tidak butuh orang pintar. Yang dibutuhkan Kendal adalah orang yang mau bersama-sama bekerja dan punya etika yang baik,” katanya.

Bupati memerintahkan kepada BKPP Kendal untuk menurunkan jabatan ASN yang tidak hadir tanpa alasan. “Hari ini juga, usai apel pembinaan ASN yang mangkir dijadikan staf biasa agar menjadi pembelajaran bagi pejabat lainnya di Pemkab Kendal,” tandasnya.

Sanksi penurunan menjadi staf ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi para pejabat agar bisa loyal. Bupati kecewa karena pejabat yang menjadi pelayan masyarakat tidak mempunyai loyalitas kepada daerahnya.

“Saya tidak takut dengan agenda atau risiko politik yang akan datang. Keputusan menurunkan jabatan pejabat eselon III mejadi staf. Saya menginginkan perubahan Kendal lebih baik. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka selamanya birokrasi Kendal tidak akan berubah maju,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Sutiono, yang ikut apel pembinaan mengaku jika dirinya hadir dalam upacara HUT di alun-alun dan ikut resepsi di Pendopo Kabupaten Kendal. “Namun karena ada janji dengan dokter spesialis di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, saya  meninggalkan lokasi sebelum acara selesai,” akunya.

Kepala BKPP, Agus Dwi Lestari, mengaku akan mengkaji kembali alasan ketidakhadiran 72 pejabat dalam peringatan HUT Kendal. “72 pejabat kami undang untuk memberikan keterangan alasan ketidakhadirannya,” katanya.

Dari 72 pejabat tersebut, diakuinya ada yang tidak hadir dalam apel pembinaan. “Yang tidak hadir ini akan kami undang lagi melalui undangan dinas,” ujarnya. (bud/aro)