4 Rumah Ludes Terbakar

245
RATA TANAH: Rumah salah satu korban kebakaran di Dusun Nglelo Desa Batur Kecamatan Getasan yang rata dengan tanah. (DOK BPBD Kabupaten Semarang)
RATA TANAH: Rumah salah satu korban kebakaran di Dusun Nglelo Desa Batur Kecamatan Getasan yang rata dengan tanah. (DOK BPBD Kabupaten Semarang)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tiga unit mobil pemadam dari pos Kecamatan Tengaran, Kecamatan Bringin, dan Kecamatan Ambarawa kesulitan masuk ke lokasi kebakaran di Dusun Nglelo, Batur, Kecamatan Getasan, Sabtu (28/7) malam. Akibatnya, 4 rumah di dusun tersebut tidak bisa diselamatkan dan rata dengan tanah. Selain itu ada 3 rumah yang rusak sebagian.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengungkapkan, kendaraan pemadam tidak bisa menuju lokasi karena akses jalan yang sempit, berkelok tajam, dan memiliki kontur tanjakan terjal. “Api berhasil dipadamkan setelah warga bersama petugas damkar dibantu potensi sukarelawan bergotong royong mengambil air dari sumber terdekat menggunakan kendaraan motor roda tiga,” kata Tajudin, Minggu (29/7).

Dikatakan Tajudin, ini merupakan peristiwa kebakaran besar kali kedua setelah pada 2017 silam 10 rumah ludes dilalap si jago merah di Desa Penawangan Kecamatan Pringapus. Adapun empat rumah yang terbakar di RT 02 Dusun Nglelo tersebut yaitu milik Budianto, Kardi, Kasno, dan Yakobus.

Sementara 3 rumah yang bisa terselamatkan dan terbakar sebagian, adalah milik Darsono, M Jais, dan rumah yang dihuni oleh keluarga Samidi Subandrio di RT 01 Dusun Nglelo.

“Bahkan satu mobil damkar kami mogok karena tidak bisa menanjak,” kata Tajudin.

Atas kejadian itu, pihaknya akan mengusulkan pengadaan pompa air portable untuk memudahkan petugas damkar ketika harus memadamkan bencana kebakaran di wilayah dataran tinggi dan berjalan sempit.

Kepala Dusun Nglelo, Timin mengatakan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Seluruh korban sementara mengungsi ke rumah tetangga karena rumahnya rata dengan tanah,” kata, Timin.

Ia mengungkapkan, ketika kebakaran terjadi, mayoritas rumah yang terbakar dalam keadaan kosong karena masyarakat masih fokus bergotong royong membantu membangun rumah milik Kasno yang juga Ketua RT setempat. “Warga sedang sambatan gotong royong membangun rumah pak Kasno, api diduga berasal dari salah satu kamar rumah milik pak Kardi. Namun kepastiannya, kami tetap menunggu pemeriksaan petugas yang berwenang,” ungkapnya. (ewb/ton)