KPU Semarang Coret 3 Bacaleg

89

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Meskipun Bawaslu pusat telah merilis 192 bakal calon legislatif (Bacaleg) terpidana korupsi, ternyata jumlah tersebut masih terus bertambah. Di KPU Kota Semarang saja, juga ditemukan tiga bacaleg mantan koruptor.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono mengatakan bahwa dari 691 bacaleg yang didaftarkan ke KPU Kota Semarang, ditemukan tiga nama bacaleg mantan koruptor dari dua parpol berbeda.“Salah satunya berasal dari laporan masyarakat,“ katanya, Sabtu (28/7).

Selain berasal dari laporan masyarakat, temuan bacaleg mantan narapidana korupsi juga karena yang bersangkutan mengakui dan menyerahkan putusan pengadilan. Termasuk dari penelitian KPU sendiri.

Henry menjelaskan tiga bacaleg tersebut di antaranya satu orang berinisial Sy dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan dua lainnya Nj dan As berasal dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). “Dua bacaleg dari Hanura sudah dikonfirmasi melalui sistem informasi putusan pengadilan,” imbuhnya.

Satu bacaleg asal PPP, menurut Henry, pihaknya masih mencari putusan pengadilan terkait kasusnya. Sementara, berkasnya tetap dikembalikan ke parpol lantaran dinilai belum memenuhi syarat pendaftaran.

“Kami masih mencari putusannya. Makanya, kami berharap kepada parpol untuk lebih pro aktif karena ini terkait pakta integritas atau formulir B3 yang mereka buat dan diserahkan,” terangnya.

Dalam pakta integritas, disebutkan bahwa parpol tidak mencalonkan bacaleg yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi, bandar narkoba atau pernah melakukan kejahatan seksual anak.

Saat ini, lanjut Henry, parpol masih bisa mengganti dengan bacaleg lainnya. Hal ini dapat dilakukan setelah penetapan daftar calon tetap (DCT), bacaleg yang terdaftar tercoret jadi kosong.

“Atau setelah terpilih ternyata ada surat atau laporan dari masyarakat bahwa yang bersangkutan pernah jadi napi korupsi, kami bisa membatalkan pencalonannya walaupun sudah jadi,” tandas Henry.

Ketika dikonfirmasi kepada Ketua DPC PPP Kota Semarang, Tafrikhan justru sudah melakukan rapat lajnah penetapan pengganti calon yang dicoret KPU Kota Semarang.

“Terkait pencoretan tersebut, langsung kami komunikasikan dengan bacaleg yang bersangkutan, karena berkasnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Kemudian lajnah melakukan rapat melakukan penggantian bacaleg,” katanya.

Kendati begitu, pihaknya belum mau mengungkap nama penggantinya. Yang pasti PPP Kota Semarang sudah memutuskan penggantian bacaleg yang dicoret dan sudah melakukan pemberkasan. “Prinsipnya kami mematuhi peraturan undang-undang,” tandasnya. (tsa/ida)