33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Tak Henti Berinovasi Hasilkan Menu Berkelas

Prambanan Catering

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM – Hampir 11 tahun yang lalu, Laela Nur Hidayati memulai bisnis katering. Ia memilih berkreasi di bidang kuliner setelah memutuskan resign sebagai pegawai sebuah bank demi mengurus buah hati. Ternyata, Prambanan Catering miliknya menjadi salah satu jasa katering pilihan masyarakat. Nama Prambanan diambil dari alamat rumahnya, Jalan Prambanan Kota Pekalongan.

“Awalnya sering ditantang pelanggan bikin menu-menu kuliner. Kemudian dilibatkan layanan katering dengan orang, akhirnya suatu waktu ditantang orang untuk melayani katering sendiri tanpa ikut orang, kami sanggupi dan sampai sekarang,” ucapnya saat ditemui di kantornya Jalan Lestari Binagriya Indah Kota Pekalongan, Jumat (27/7).

Perempuan asal Wonosobo ini masih ingat pertama kali dapat pesanan katering, yakni pada 27 November 2007. Bahkan pesanan langsung dalam porsi besar. Dengan penuh semangat, ia bersama tim langsung membuat konsep yang cukup matang. Mulai dari seragam, sajian, tampilan menu hingga sempat bikin brosur promosi.

“Awal job bahkan langsung dikasih orderan 1.000 orang, Alhamdulillah sukses,” ceritanya.

Sukses tersebut ternyata berlanjut. Laela bersyukur dapat pelanggan yang senang memberi masukan dan motivasi. Bisnis yang awalnya dikelola dengan batuan seorang asisten rumah tangga dan beberapa saudara, kini sudah memiliki 49 pegawai tetap. Selain itu ada sekitar 80 orang yang rutin membantu ketika ia mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak. Alat-alat katering yang dulu sewa, kini sudah punya komplit dengan armadanya.

“Kompetitor kini semakin banyak, namun bagi kami tidak masalah. Prinsip kami, senang menjadi manusia berguna, karena beri harapan hidup bagi banyak orang yang kerja di kami, sehingga kami lebih banyak inovasi daripada mengeluh,” ujarnya.

Agar terus bertahan, inovasi dan kreativitas menjadi senjata ampuh bagi Laela. Dari memperbanyak menu kuliner yang ditawarkan, hingga memperindah tampilan saat melayani pelanggan setia.

Banyak menu andalan yang terus menjadi favorit pelanggan. Seperti soto iga bakar, mie jowo, lidah cabai hijau hingga varian steak yang selalu dipesan sejak 2008. Untuk memperkuat cita rasa dan standar sajian berkelas, pihaknya juga memiliki chef khusus. “Kami kadang juga membuat menu kuliner sendiri, namun juga sering belajar dari katering yang sudah terkenal walaupun kemudian dimodifikasi,” bebernya.

Dengan tim yang solid, hingga kini Prambanan Catering menjadi favorit masyarakat. Baik kantor-kantor pemerintah, perusahaan swasta hingga pelanggan pribadi. Karena banyak diorder perusahaan-perusahaan besar, bahkan sering dapat asumsi bahwa Prambanan Catering mahal dan eksklusif. Bisa terlihat eksklusif dan mewah, karena dalam setiap pelayanan katering pihaknya bekerja maksimal.

“Padahal kita melayani semua harga dan semua layanan, kadang warga belum kenal saja. Kalau sudah datang dan melihat harga kita akhirnya cocok,” ungkapnya.

Laela berharap, ke depan bisnisnya terus langgeng. Selain itu, ia membuat sistem profesional dan kekeluargaan. Dengan maksud agar karyawan juga memiliki bisnis ini dan menjadi sandaran hidup lebih banyak orang. “Kedepan semoga Prambanan Catering bisa lebih diterima di masyarakat. Kami yakin bisa hidup dari katering ini,” harapnya. (han/ton)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Laga Penentuan PSIS, Menang Atau Tersingkir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PSIS akan melakoni laga kedua ajang Piala Presiden 2018 versus tuan rumah Arema FC di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Kamis malam...

Alumni GSNI Jateng Gelar Reuni

SEMARANG - Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Jawa Tengah akan menggelar pertemuan di Wisma Perdamaian Semarang, Minggu (17/9) besok. Selain sebagai ajang silaturahim,...

Berkas 14 Tersangka Akpol Dilimpahkan

SEMARANG- Berkas perkara 14 tersangka taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang diduga menganiaya Brigadir Taruna Dua Muhammad Adam hingga tewas telah dilimpahkan...

Sambut HUT Ke-27 JNE Kembali Gelar Harbokir

Semarang – Tepat 26 November 2017 mendatang JNE sebagai perusahaan anak bangsa memasuki usianya yang ke -27 tahun. Perusahaan yang dirintis sejak tahun 1990 dalam...

Puluhan Motor Balap Liar Digaruk Polisi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 49 unit motor balap liar diamankan jajaran Polres Semarang, Sabtu malam (20/1) kemarin. Puluhan unit motor tersebut hasil razia geng...

Senjata Api Ilegal Dikirim lewat JNE

SEMARANG – Diduga memperdagangkan senjata api ilegal, Ladius Yunianto alias Yoes, 41, warga Sendangguwo, Tembalang terpaksa harus berurusan dengan aparat Polrestabes Semarang. Pria yang...