Realisasi Produksi Padi Capai 54 Persen

1046
ALSINTAN: Bupati Semarang Mundjirin saat mengecek alsintan yang diberikan kepada kelompok tani di kantor Distan Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALSINTAN: Bupati Semarang Mundjirin saat mengecek alsintan yang diberikan kepada kelompok tani di kantor Distan Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Realisasi produksi padi di Kabupaten Semarang mencapai 125.372 ton atau 54 persen dari target 233.891 ton hingga akhir semester I 2018 ini. Sedangkan untuk komoditas jagung terealisasi 40.346 ton atau 73 persen dari target 55.243 ton. Realisasi produksi kedelai melebihi target yang telah ditentukan yakni mencapai 641 ton dari target 213 ton dari luas lahan 538 hektare.

Pada 2017 lalu, Kabupaten Semarang berhasil menghimpun produksi padi sebanyak 244.539 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 154.549 ton beras. Dengan jumlah itu, produksi padi mencapai surplus 52.102 ton karena kebutuhan dalam daerah hanya 86.235 ton beras.

“Dengan dukungan bantuan alsintan serta pembangunan prasarana pertanian seperti Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Jitut) dan Jalan Usaha Tani (Jalut), diharapkan semua target dapat dicapai,” kata Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Wigati Sunu.

Selain itu, ada pula bantuan dari Pemerintah Pusat berupa bibit pajale dan pupuk bersubsidi . Antaralain bibit padi hibrida untuk luasan tanam 5.300 hektare, benih kedelai untuk luasan tanam 1.350 hektare dan benih jagung untuk luasan tanam 5.000 hektare.

Sedangkan enam jenis pupuk bersubsidi yang diterima diantaranya NPK. ZA dan SP mencapai lebih kurang 33.427 ton. Bantuan alsintan yang diserahkan kali ini terdiri dari 27 handtractor untuk 27 kelompok tani dan 13 lainnya menerima cultivator.

Sementara untuk mendukung program kedaulatan pangan, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Distan) memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada 40 kelompok tani di 16 kecamatan, Jumat (27/7).

Bupati Semarang, Mundjirin yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan bantuan diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. “Atur penggunaannya secara adil bagi seluruh anggota,” kata Mundjirin.

Ia juga berharap para petani dapat menggunakan alsintan yang berupa hand tracktor dan cultivator pengolah tanah itu dengan baik. “Alat harus digunakan dan dirawat dengan baik agar mampu meningkatkan hasil panen. Sekaligus mendukung program kedaulatan pangan di Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Dikatakan, sampai saat ini telah dialokasikan bantuan 1.600 hand tracktor baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Semarang. Namun diakui Mundjirin jumlah itu masih belum mencukupi kebutuhan. Karenanya, Pemkab Semarang berupaya menganggarkan pengadaan alsintan untuk meningkatkan produksi padi maupun jagung dan kedelai. (ewb/bas)