Pemerintah Diminta Ikut Campur Tangan

Turunkan Harga Ayam Pedaging

1330
BAWA MOBIL AYAM : Ratusan peternak dan pedagang ayam se-Kabupaten Magelang berunjukrasa di kantor Pemerintah Kabupaten Magelang untuk menuntut penurunan harga daging ayam. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
BAWA MOBIL AYAM : Ratusan peternak dan pedagang ayam se-Kabupaten Magelang berunjukrasa di kantor Pemerintah Kabupaten Magelang untuk menuntut penurunan harga daging ayam. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Ratusan peternak dan pedagang ayam se-Kabupaten Magelang berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Magelang, Jumat (27/7). Mereka menuntut adanya campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah kenaikan harga dan kekurangan stok ayam. Para pengunjuk rasa meminta pemkab segera turun memastikan kestabilan harga daging ayam.

“Kami ingin menemui pemerintah, bagaimana upaya mereka terhadap masalah kenaikan harga yang jor-joran ini. Jujur saja, kami dari peternak dan pedagang saja mengalami kesusahan, apalagi masyarakat,” kata Koordinator Aksi Panut Sudarno  saat berorasi.

Panut menuturkan, kenaikan harga ayam terasa sejak Lebaran lalu hingga saat ini. Ayam potong dari tangan peternak saja sudah dihargai Rp 24 ribu per ekor. Kemudian, harga ayam semakin melonjak di tingkat pedagang menjadi Rp 35ribu setelah ditambah biaya operasional.

“Tentunya hal ini membuat kami peternak kecil menjadi merugi, karena dari hitung-hitungan, BEP sudah tidak masuk,” tandas Panut.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Magelang Sri Hartini mengatakan menampung semua keluh kesah dari kalangan pedagang, peternak, dan masyarakat terkait harga ayam. Sri mengaku, semua keluh kesah para pengunjuk rasa akan dibicarakan dengan Bupati, Sekda dan juga dinas-dinas terkait sehingga dapat diberikan solusi.

Sri memastikan, akan mempertimbangkan usulan dari kalangan peternak ayam yang meminta adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk DOC (day old chick) ayam pedaging.

Dalam audiensi tersebut muncul kesimpulan bahwa harga daging ayam akan normal kembali mulai minggu depan. Kepastian ini, menurut Sri, dikarenakan stok daging ayam akan terus bertambah seiring dengan sejumlah produsen yang berproduksi kembali. “Minggu depan stok daging ayam sudah mulai banyak, jadi kami pastikan harga akan mengalami penurunan. Rekan-rekan dari mitra dan produsen sudah mengkonfirmasi hal tersebut,” janji Sri.

Sementara, perwakilan PT Tiara Tunggal Mandiri (TTM) selaku mitra produksi ayam di Kabupaten Magelang, Acky Sukmono mengatakan, ketersediaan ayam untuk minggu ini masih sulit akibat produksi DOC yang terganggu saat Lebaran lalu. Kapasitas produksi belum maksimal akibat libur Lebaran. “Pada hari biasanya kami dapat menyetor 30-40 ribu ekor ayam per hari, tetapi akibat tersendat menjadi berkurang 30-50 persennya saja. Selain sebab itu, faktor lain adalah cuaca yang tak bersahabat menyebabkan bobot ayam berkurang,” ujar Acky.

Namun demikian, Acky memastikan stok daging akan aman pada minggu depan, sebab produksi hanya tinggal menunggu 15 hari ke depan. (had/ton)