Mirna Boyong Pabrik Baja Terbesar China ke Kendal

3897
PANTAU LOKASI : Bupati Kendal Mirna Annisa saat berkunjung ke kawasan industri Hebei Bishi Steel Group. (DOKUMENTAS HUMAS KENDAL)
PANTAU LOKASI : Bupati Kendal Mirna Annisa saat berkunjung ke kawasan industri Hebei Bishi Steel Group. (DOKUMENTAS HUMAS KENDAL)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pulang dari kunjungannya ke Negeri China, Bupati Kendal Mirna Annisa membawa oleh-oleh besar untuk warga Kendal. Tidak main-main, Bupati Kendal ke 44  itu memboyong pabrik baja terbesar dari Tiongkok, Hebei Bishi Steel Group ke Kendal.

Sebelumnya ada dua perusahaan PT Kawasan Industri Seafer (KIS) dan Hebei Bishi Steel Group bekerjasama untuk membangun perusahaan baja di Indonesia. “Sudah keliling Indonesia, menemukan lahan yang cocok adalah di Kendal,” katanya, kemarin (27/7).

Karena ini kerjasama dua negara yang berbeda dan mega proyek, Pemkab Kendal diminta untuk memfasilitasi kerjasama tersebut. Akhirnya Mirna berangkat ke Tiongkok bersama Wakil Gubernur  Jateng, Heru Sudjatmoko, Staf kepresidenan, dan Duta Besar yang ada di China. Selain itu juga ada perwakilan dari PT Jababeka.

“Dari Pemerintah Indonesia maupun China sudah sepakat untuk membangun kerjasama. Nah, dua perusahaan itu menyerahkannya ke Pemkab Kendal, dimana nantinya investasi itu dalam bentuk pembangunan pabrik baja di Kendal,” tuturnya.

Diakuinya, pabrik baja yang akan dibangun nantinya bisa dibilang yang terbesar di Indonesia. Sebab, PT KIS sudah menyiapkan lahan seluas 700 hektare.

Mirna tidak ingin cepat-cepat menyetujuinya, ia pun meminta meninjau lokasi pabrik baja milik Hebei Bishi Steel Group di China. “Tiga hari saya di sana (China, Red) meninjau pengelolaan pabrik, keamanan, limbah dan sebagainya. Hasilnya pabrik sudah dikelola secara Go green. Jadi sangat ramah lingkungan,” katanya.

Ia melihat, meskipun pabrik baja, namun limbah sudah dikelola secara modern. Di tengah pabrik banyak taman dan kawasan perumahan. Lingkungannya hijau dan sejuk. “Bahkan di kawasan baja tersebut ada kota pribadi sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan,” tandasnya.

Menurut Mirna hal tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan tersebut ramah lingkungan. Sehingga tidak mengganggu ekosistem ataupun lingkungan. Selain itu pengelolaannya juga bagus, pabrik bersih. “Bahkan nyaris tidak ada asap hitam seperti pabrik baja pada umumnya,” kata bupati.

Mirna mulai tertarik. Kemudian menanyakan keuntungan bagi masyarakat Kendal. Terkait hal tersebut, baik PT KIS maupun Hebei Bishi Steel Group menyerahkan mekanisme aturanya kepada Pemkab Kendal.

“Tahap pertama, ketika pabrik baja dibangun akan merekrut 10 ribu tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 60 persen adalah tenaga lokal Kendal. Jadi ini akan sangat menguntungkan warga Kendal dan mengurangi pengangguran,” katanya.

Untuk nilai investasi tahap pertama sebesar 2,54 miliar USD atau setara kurang lebih Rp 35,5 triliun.  “Nilai yang sangat besar, makanya saya bilang ini adalah mega proyek. Kendal beruntung bisa menjadi tempat pembangunan pabrik baja terbesar di Indonesia nantinya,”  imbuhnya.

Lokasi pendirian pabrik baja itu sendiri sudah disiapkan PT KIS dengan luas 700 hektare. Rencananya berada di Desa Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon.

“Kalau tidak ada kendala, rencananya Oktober tahun ini mulai pembangunan dan ditarget Oktober 2019 beroperasi,” ujar bupati.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, KH Asroi Tohir dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Masalah Strategi dan Aktual di Pendopo Kendal, berharap hadirnya pabrik baja akan mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Kendal. “Karena membutuhkan karyawan hingga 6.000 orang,” katanya. (adv/bud)