PROMOSI PERTANIAN : Gubernur  Jateng Ganjar Pranowo didampingi Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi memanen kedelai di PPAP Soropadan sebagai tanda dibukanya Promosi Agrobisnis 2018, Kamis (27/7). (Ahsan fauzi/radar kedu)
PROMOSI PERTANIAN : Gubernur  Jateng Ganjar Pranowo didampingi Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi memanen kedelai di PPAP Soropadan sebagai tanda dibukanya Promosi Agrobisnis 2018, Kamis (27/7). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar pameran promosi agribisnis di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Soropadan, Temanggung. Pameran ini akan berlangsung hingga Senin (30/7) mendatang.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti mengatakan, gelar promosi agribisnis ini menjadi sarana pusat pembelajaran pertanian. “Di tempat ini tersedia lahan pertanian dan stan dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi. Selain itu juga terdapat Balai Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pertanian dan Perkebunan, sehingga cocok untuk pusat pembelajaran pertanian dan perkebunan,” terangnya saat pembukaan, Jumat (27/7).

Total ada 84 stan yang terdiri dari SKPD provinsi, kabupaten/kota, BUMN/BUMD dan swasta. Berbagai macam produk pertanian, alat pertanian, benih, insektisida, pertisida dan lainnya, dipamerkan kepada masyarakat umum.

Yuni melanjutkan, selain akan dikembangkan sebagai pusat pembelajaran pertanian, di lokasi tersebut juga dapat dikembangkan sebagai sarana wisata edukasi dan objek yang setiap hari dibuka untuk umum. “Bila PPAP Soropadan Agro tersebut ditingkatkan menjadi pusat pendidikan pertanian dan sekolah pertanian, maka kegiatan on farm lebih dapat ditingkatkan,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut positif terobosan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah yang ingin menjadikan Soropadan sebagai sarana pusat pembelajaran pertanian dan wisata edukasi. Ia berharap gelaran promosi agribisnis bisa dijadikan ajang pertemuan dari hulu hingga hilir para petani, sehingga bisa memangkas mekanisme pasar dan mempercepat pengembangan perekonomian. “Dengan event ini, saya mengajak kepada para petani untuk memanfaatkan aplikasi teknologi informasi dalam pembangunan pertanian,” pinta Ganjar. (san/ton)