33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Homo, Jerat 6 Korban Lewat Medsos

Diajak Kencan Lalu Diperas

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Laki-laki berinisial NS, 26, warga Sukolilo Kabupaten Pati, yang diduga memiliki kelainan seks atau homo, bergentayangan menjerat beberapa korban dengan rayuan maut melalui media sosial (medsos). Setelah korban terjerat rayuan, pelaku bersekongkol dengan teman laki-lakinya, MM, 41, warga Kangkung, Kabupaten Kendal, untuk melakukan pemerasan.

Bahkan, berdasarkan sumber di kepolisian, NS dan MM sudah berhasil menjerat 6 korban. Namun, yang berani melaporkan ke kepolisian baru HP, 27, laki-laki warga Pedurungan, Kota Semarang. Atas dugaan kasus pemerasan dengan modus pengancaman penyebaran video hubungan seksual sesama jenis ke media sosial.

Berdasarkan laporan HP ke Polrestabes Semarang, Kamis malam (26/7) kemarin, dugaan tindak kejahatan tersebut berawal saat korban mengenal dengan salah satu terlapor, NS, melalui jejaring Facebook. Hingga akhirnya, keduanya intensif berkomunikasi dan melakukan pertemuan di tempat kos NS di Jalan Woltermonginsidi Kota Semarang, Selasa (24/7) lalu. “Saat ketemuan di tempat kosnya NS, kami masuk ke kamar dan nonton film porno,” kata HP saat memberikan keterangan kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Pada kesempatan tersebut, korban HP dirayu oleh NS, hingga menuruti permintaan NS untuk melakukan oral seks. Namun, di tengah asyik masyuk bercumbu, masuklah MM teman NS sambil merekam dengan handphone di tangannya. “Tiba-tiba ada laki-laki masuk ngaku omnya NS dan mengatakan sudah merekam adegan kami. Ternyata hasil rekaman tersebut, dijadikan alat untuk memeras saya,” bebernya.

MM dan NS mengancam akan menyebarluaskan video rekaman adegan seks tersebut melalui media sosial, jika menolak memberikan sejumlah uang. Namun beda, jika HP bersedia memenuhi permintaan keduanya dengan memberikan sejumlah uang.

“Jika ingin berdamai, harus memberikan uang dan membelikan minuman keras. Kemudian dia mengambil uang Rp 910 ribu dan handphone Xiaomi, sehingga total kerugian saya Rp 2.610.000,” katanya.

Korban yang merasa tidak terima dengan kejadian tersebut, kemudian menceritakan kepada adiknya. Adik HP pun merasa geram dan tak terima, hingga akhirnya menyambangi dua orang tersebut di tempat kos NS.

“Saya datangi tempatnya, lalu saya tanyai. Saya menduga, dua orang ini sudah bersekongkol dan direncanakan untuk memeras,” kata pria yang enggan disebut namanya saat mengantar korban.

Setelah menerima laporan korban, aparat kepolisian langsung sigap. Saat itu pula, polisi menciduk dan menggelandang pelaku NS dan MM ke Mapolrestabes Semarang, Kamis malam (26/7) kemarin. Hingga kini, dugaan pemerasan tersebut masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Dengan mengamankan barang bukti berupa handphone dan uang Rp 910 ribu. (mha/ida)

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Kinerja Karyawan TKL Akan Dinilai dengan Poin

MAGELANG – Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng (TKL) terpacu meningkatkan kinerja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apalagi, manajemen TKL baru...

Ini Cara Hendi Antisipasi Badai Cempaka

SEMARANG- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya badai siklon tropis Cempaka 96S di Selatan Jawa, yang mengakibatkan wilayah Jawa akan terjadi intensitas...

Pengembang Rumah Subsidi Harus Teregistrasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPD REI (Real Estate Indonesia) Jawa Tengah mengimbau para pengembang, khususnya pengembangan perumahan subsidi untuk segera melakukan registrasi pada Kementerian Pekerjaan Umum dan...

SMP Mutual Borong Medali Popda 2017

MAGELANG - Sekolah Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang kembali mencetak prestasi. SMP yang tengah merintis boarding school ini sukses mendulang beberapa medali dalam...

Mengembangkan Kreativitas dan Percaya Diri Siswa Melalui Tugas Proyek

RADARSEMARANG.COM - KREATIVITAS dan percaya diri merupakan dua dari beberapa karakter yang perlu dikembangkan dalam diri siswa. Kreativitas siswa dapat dikembangkan memalui aktivitas siswa...

SMA N 6 Tegaskan Tak Wajibkan Beli Seragam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kepala SMA N 6 Semarang, Lukita Yuniati menegaskan jika pihak sekolah tidak mewajibkan orang tua siswa untuk membeli seragam di koperasi...