Fokus Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur

299
dr. Mirna Annisa, M.Si
dr. Mirna Annisa, M.Si
Kondisi sejumlah jalan di Kendal sebelum dan setelah diperbaiki. (Foto dokumentas Pemkab Kendal)
Kondisi sejumlah jalan di Kendal sebelum dan setelah diperbaiki. (Foto dokumentas Pemkab Kendal)

RADARSEMARANG.COM – USIA 413 tahun, Pemkab Kendal terus berbenah. Saat ini yang menjadi fokus di masa pemerintahan Mirna Annisa adalah pembangunan infrastruktur baik jalan maupun jembatan.

“Jalan dan jembatan merupakan akses rakyat, jadi kami dahulukan ketimbang lainnya. Sehingga 2019 semua jalan kabupaten bisa mulus, warga bisa menikmatinya,” ujar Bupati Kendal, Mirna Annisa.

Tidak sekadar mengawal anggaran agar infrastruktur mendapat prioritas. Mirna juga turun ke lapangan untuk melakukan cek kondisi jalan dan memantau kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang (DPUPR) agar bisa melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan cepat dan tepat.

“Saya tidak cuma ingin mendapatkan laporan saja, jika jalan sudah diperbaiki. Saya turun sendiri dan mengeceknya, jika belum saya minta agar PUPR mengecek kemudian menganggarkannya untuk dibangun,” tandasnya.

Mirna juga aktif berkomunikasi dengan masyarakat untuk mempercepat pembangunan sesuai keinginan rakyat. Baik secara tatap muka langsung maupun media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Hasilnya Bupati yang akrab disapa Mbak Mirna itu mendapat banyak laporan dan keluhan dari warga masyarakat akan kondisi jalan yang masih buruk. Dari laporan langsung ia lempar kepada DPUPR untuk segera ditindak lanjuti.

“Kalau sudah ada anggarannya saya minta segera dikerjakan. Tapi kalau belum, saya akan anggarkan di APBD perubahan maupun APBD 2019,” paparnya.

Hasilnya selama tiga tahun kepemimpinan  Bupati Mirna berjalan, dari panjang jalan kabupaten 770,993 kilometer saat ini sudah 65,38 persen atau 504 kilometer sudah dibangun di 2017. Sisanya sekitar 267 kilometer  akan dibangun secara bertahap setiap tahun. “Kami yakin 2020 semua jalan kabupaten sudah mulus,” akunya.

Kepala DPUPR Kendal, Sugiyono mengatakan, tahun ini pihaknya akan menyelesaikan 72 kilometer. Dengan rincian peningkatan jalan menggunakan APBD Kendal sebanyak 52 paket pekerjaan dengan panjang jalan 50 kilometer. Pemeliharaan jalan 10 kilometer. Selain itu pembangunan jalan menggunakan DAK dua paket pekerjaan dengan panjang 5 kilometer dan bantuan provinsi (banprov) 5 paket dengan panjang jalan 7 kilometer.

“Anggaran tersebut masih akan ditambah lagi di APBD perubahan 2018 ini. Kami usulkan sebesar Rp 20 miliar untuk 10 paket pekerjaan dengan panjang jalan 17 kilometer. Jadi total jalan yang akan dibangun tahun ini 89 kilomter,”  terangnya.

Di 2019 nanti, DPUPR masih memiliki PR perbaikan jalan sepanjang 178 kilometer. Saat ini pihaknya sudah menyusun rencana pembangunan jalan untuk tahun anggaran 2019. Ada 86 paket peningkatan jalan yang akan diusulkan dengan anggaran Rp 70 miliar sepanjang jalan 70 kilometer dari APBD. Lainnya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 30 miliar dengan panjang 15 kilometer.

“Selain itu kami usulkan DAK penugasan dari pusat untuk lima ruas jalan senilai Rp 30 miliar dengan panjang 20 kilometer. DAK penugasan ini adalah jatah untuk daerah yang memiliki beban kawasan industri. Pengusulannya melalui Bappenas dan Menkeu,” jelasnya.

Selain itu pembangunan jalan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebanyak enam paket dengan anggaran Rp 4,5 miliar untuk empat kilometer jalan. Ditambah usulan Banprov 10 paket sebesar Rp 77 miliar dengan harapan 30 kilometer .

“Total jika semua usulan kami disetujui ada 139 kilometer. Jadi 2020 jika semua rencana bisa berjalan baik, tinggal tersisa 39 kilometer,” tambahnya.

Salah satu yang menjadi incaran DPUPR adalah merampungkan jalan penghubung Gemuh-Patean. Yakni dari Gemuh-Kalices sudah dibangun 2017, begitupun Kalibareng-Curugsewu juga sudah dibangun.

“Namun masih ada kendala antara Kalices-Kalibareng sepanjang tiga kilometer. Kondisi sudah tertutup dan ditanamai jagung. Itu akan kami usut melalui gorong-gorong, sehingga jalur tersebut menjadi jalur alternatif Cepiring menuju wisata Curug Sewu, ketimbang harus memutar ke Weleri-Sukorejo,”  tandasnya. (adv/bud/zal)