PEDULI ANAK: Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kusmanto, S.Kep, NS memberikan balon kepada anak disela memperingati Hari Anak Nasional. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI ANAK: Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kusmanto, S.Kep, NS memberikan balon kepada anak disela memperingati Hari Anak Nasional. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Peringatan Hari Anak menjadi momentum untuk memantau dan lebih peduli pada tumbuh kembang anak. Dalam memperingati Hari Anak Nasional ini, RSUD Sunan Kalijaga Demak menggelar apel besar pentas tari bagi anak anak. Kegiatan ini diadakan antara lain untuk merangsang pertumbuhan anak.

Direktur RSUD Sunan Kalijaga dr Deby Armawati, SpM melalui Humas Kusmanto, S.Kep, NS menuturkan, selain memberikan kesempatan kepada anak anak untuk ikut pentas tari, RSUD juga memberikan bingkisan souvenir kepada pasien anak anak yang dirawat di rumah sakit tersebut. “Kita juga mengadakan seminar terkait anak,” katanya.

Seminar yang dihelat dilantai 3 RSUD ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan kepada tenaga kesehatan (bidan), termasuk yang bertugas di setiap 27 puskesmas diwilayah Kota Wali. Pembekalan melalui seminar yang mengusung tema deteksi dini dan tatalaksana stunting pada anak ini menghadirkan narasumber dokter spesialis anak dari RSUD milik pemerintah tersebut. Yaitu, dr Cahyani, SpA, dr Rini Katarina, dr Saeful serta dr Aryawan.

Para dokter spesialis anak ini memaparkan materi masing masing. Materi yang disampaikan antara lain, bagaimana cara menemukan anak anak yang mengalami gizi buruk dan mencari penyebab perkembangan anak yang dinilai tidak sesuai dengan harapan atau gagal tumbuh atau kuntet (stunting).

Karena itu, pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif menjadi faktor yang penting  untuk tumbuh kembang anak tersebut. Dr Cahyani mengatakan, pemberian susu kepada anak harus lebih baik sesuai dengan usianya.

Pemberian ASI dinilai lebih baik. Namun, yang terjadi dimasyarakat umum, masih ada orang tua yang memberikan susu yang tidak semestinya, seperti diberi susu kambing dan lain sebagainya. Banyak pula yang memberi susu formula namun kadang tidak sesuai dengan usianya. “Jadi, pemberian susu harus tepat,” ujar dr Cahyani.

Selain susu, faktor pemberian asupan gizi makanan juga penting untuk diperhatikan. Saat memberi makan pada anak misalnya, orang tua harus menjaga betul saat anak anak tersebut sedang makan. “Kalau pas makan, misalnya tidak boleh sambil menonton televisi. Ini sangat penting karena biar anak punya memori yang baik. Sebab, waktu makan adalah proses pembelajaran bagi anak. Kalau makannya bisa fokus, tentu akan membantu memorinya dikemudian hari agar bisa mengonsumsi makanan yang tepat, termasuk saat berada dirumah atau keluarga,” katanya. (hib/sct/bas)