RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sesuai hasil rekapitulasi Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI), secara nasional ada 192 bakal calon legislatif (Bacaleg) terpidana korupsi yang teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya adalah bacaleg DPRD Provinsi Jateng. Sedangkan keterangan KPU Jateng, Joko Purnomo, Rabu (25/7) kemarin, satu teridentifikasi.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Jateng, M Fajar SAKA membenarkan adanya dua bacaleg yang teridentifikasi terpidana korupsi. Hanya saja, dirinya enggan menyebutkan nama masing-masing bacaleg tersebut. “Yang teridentifikasi terpidana tipikor ada dua orang. Mengenai nama bacaleg tersebut, tidak kami ekspose,” ujarnya.

Fajar hanya menyebutkan partai dari dua bacaleg yang teridentifikasi tersebut. Yakni dari Gerindra dan Hanura. Selain bacaleg DPRD Provinsi Jateng, ada pula bacaleg dari sejumlah kabupaten/kota di Jateng yang teridentifikasi terpidana korupsi, takni Blora dan Batang. Masing-masing ada satu bacaleg yang terciduk Bawaslu RI. Juga di Brebes, Rembang, Sragen, dan Klaten dengan jumlah yang sama. “Mengenai wilayah, 192 bacaleg terindentifikasi terpidana korupsi ini, tersebar di 9 provinsi, 92 kabupaten dan 11 kota,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo menegaskan akan langsung mencoret bacaleg mantan narapidana korupsi. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 20 tahun 2018, bakal calon legislatif yang merupakan mantan napi kejahatan seksual anak, narkoba dan korupsi langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat. “Akan langsung dicoret mantan napi dari tiga kasus tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, KPU telah mencoret satu nama bacaleg DPRD Provinsi Jateng. Kepada partai politik, dikatakan olehnya, dapat mengganti bacaleg yang dicoret ini sampai tanggal 31 Juli nanti.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menyatakan bahwa Partai Gerindra akan patuh dengan keputusan KPU. “Jika ada yang dicoret, kami patuh dan segera mencari pengganti,” tandasnya. (sga/ida)