Baru 2000 Perusahaan Update Tenaga Kerja

Total Perusahaan di Jateng 23 Ribu

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perusahaan yang selama ini diwajibkan update atau wajib melaporkan kondisi terakhir tenaga kerjanya, tak perlu lagi datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan (TK). Sebab Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng dan BPJS TK telah menyediakan aplikasi online Wajib Lapor Ketenagakerjaan sejak April 2018 untuk pembaharuan data jumlah pekerja yang sudah diikutkan BPJS TK.

Sayangnya, kata Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng, Wika Bintang, belum semua perusahaan menggunakan aplikasi tersebut. Sebab dari 23 ribu lebih perusahaan dengan 1,7 juta tenaga kerja, yang mengisi baru 1.500-2000 perusahaan.

“Karena itu, kami terus mendorong update data secara online dengan melakan beragam sosialisasi,” kata Wika Bintang seusai Rapat Pelaksanaan Pengawasan Terpadu dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng-DIJ dengan Disnakertrans Provinsi Jateng, di Hotel Gumaya, Kamis (26/7) kemarin.

Menurutnya, dengan sistem online tersebut, Disnakertrans Provinsi Jateng dan BPJS TK Kanwil Jateng-DIJ akan bersinergi dan cross data serta mendorong perusahaan wajib lapor. “Kami akan membangun link data sebagaimana Nawacita Presiden Jokowi. Sehingga data BPJS TK, Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat sama, satu data,” tandasnya.

Sementara itu, dengan kerjasama tersebut, kata Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIJ, Moch Triyono, pihaknya akan giat menjaring perusahaan yang belum mengikutsertakan tenaga kerjanya ke BPJS TK. Hal itu akan meningkatkan kepesertaan hingga 100 persen pekerja di Jateng. “Kami terus menyosialisasikan bahwa ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja, maka perusahaan harus membayar seluruh hak-hak pekerja. Kendalanya, masih banyak perusahaan yang merasa keberatan, tapi kami terus tekankan kewajibannya,” katanya.

Menurutnya, dari 1,7 juta tenaga kerja, 60 persen di antaranya adalah tenaga non formal dan 40 persen tenaga formal. Saat ini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan memang sudah sebesar 94 persen untuk tenaga kerja formal, yakni pekerja yang bekerja di perusahaan. Sedangkan yang nonformal masih jauh di bawah itu. (ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -