Bagaimana Zakat Profesi?

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Pertanyaan :      

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dr. H. Ahmad Izzuddin M.Ag yang saya hormati, bagaimana zakat profesi itu? Saya kok baru tahu. Minta penjelasannya. Terima kasih

Nur’aini di Demak, 089602376XXX

Waalaikumussalam Warahmatullah Ibu Nur’aini di Demak yang saya hormati. Terima kasih atas pertanyaannya. Secara subtansial, zakat termasuk kategori kewajiban yang mempunyai dua dimensi murakkab. Yaitu dimensi ta’abbudi yang bermaksud penghambaan diri kepada Allah dan dimensi sosial. Tidak seperti pelemparan jumrah dalam ritual haji yang  berdimensi ta’abbudi saja, tidak pula seperti melunasi hutang yang hanya berdimensi sosial saja.

Zakat yang banyak dikenal, seperti diterangkan dalam tanya jawab sebelumnya adalah zakat mal dan zakat fitrah. Adapun zakat profesi, sebenarnya adalah produk pemikiraan ulama kontemporer yang dipelopori oleh syaikh Yusuf al-Qordhrowi dalam desertasi doktornya ketika di universitas al-Azhar yang berjudul fikih zakat.

Adapun zakat profesi memang tidak ada dalilnya dalam Alquran maupun hadits yang secara tekstual dengan tegas menerangkan hukum zakat tersebut. karenanya, hasil profesi yang berupa harta dikategorikan berdasarkan qiyas (penganalogian) atas syabah (kemiripan) terhadap karakteristik harta zakat yang telah ada, yakni : pertama, model memperoleh harta penghasilan/profesi mirip dengan hasil panen pertanian, sehingga harta profesi dapat dianalogikan dalam zakat pertanian atas dasar nishab, dan juga waktu pengeluaran zakatnya tiap panen tiba.

Kedua, model harta yang diterima sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta profesi bisa disamakan dengan zakat maal (harta/simpanan/kekayaan) berdasarkan kadar zakat yang harus dibayarkan sebesar 2,5%. Dengan demikian apabila hasil kerja atau profesi anda telah mencapai ketentuan wajib zakat (baik nisab atau haul) maka wajib bagi anda untuk menunaikan zakat profesi. Wallahu A’lam. Sekian jawaban dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amiin. (*/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -