Apitan, Perekat Tali Persaudaraan

346
GUYUB: Warga Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota makan bersama dalam acara Apitan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GUYUB: Warga Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota makan bersama dalam acara Apitan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Tradisi Apitan atau sedekah bumi hingga kini masih dilestarikan di Desa Karangmlati, Kecamatan Demak Kota. Kemarin, ratusan warga sembari membawa makanan berduyun duyun mendatangi rumah Kepala Desa (Kades) Karangmlati Agus M Kartono.

Mereka duduk berjajar dan melingkar mengikuti prosesi doa bersama yang dilanjutkan makan-makan atau bancakan bersama.  Sebelumnya, Kades Agus bersama perangkat desa melaksanakan sawer beras kuning mengelilingi rumah sebanyak tiga kali.

Beberapa hasil pertanian dipikul sebagai simbol kemakmuran desa. Kades Agus mengatakan, tradisi Apitan merupakan wujud rasa syukur warga terhadap kesejahteraan yang diberikan Allah SWT. “Sampai kapanpun tradisi lokal ini terus kita pertahankan. Kegiatan seperti ini dapat merekatkan tali persaudaraan sesama warga,” katanya.

Selain bancakan bersama, Apitan juga ditandai dengan khataman Alquran, arwah jamak untuk 8 ribu arwah serta pagelaran wayang kulit semalam suntuk. “Untuk arwah jamak ini setiap keluarga mengirimkan 6 nama saudara mereka yang telah meninggal untuk didoakan,” katanya.

Camat Demak Kota, Fathurrahman mengapresiasi Kades Karangmlati yang telah nguri uri budaya lokal tersebut. “Dengan demikian, nilai-nilai kemasyarakatan dapat terjaga dengan baik,” ujarnya. (hib/bas)