7 Wilayah Rawan Kekeringan

Pemkab Siapkan 308 Tangki Air Bersih

354
ANTISIPASI: Warga di Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo Kecamatan Bringin saat mengantre dropping air bersih oleh BPBD Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI: Warga di Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo Kecamatan Bringin saat mengantre dropping air bersih oleh BPBD Kabupaten Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyediakan 308 tangki air bersih untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau 2018 ini.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengungkapkan masing-masing tangki tersebut berkapasitas 5000 liter air bersih.“Itu penganggarannya melalui APBD kita sediakan untuk mengatasi kekeringan tahun ini,” ujar Heru disela-sela dropping air bersih di Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo Kecamatan Bringin, Kamis (26/7).

Dikatakan Heru, ada tujuh wilayah di Kabupaten Semarang yang setiap tahun menjadi langganan kekeringan. Wilayah tersebut diantaranya, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Pringapus, Kecamatan Bringin, Kecamatan Bancak, Kecamatan Tengaran, Kecamatan Jambu, dan Kecamatan Getasan.

Sampai saat ini baru satu kecamatan yang megajukan pendistribusian air bersih, yaitu Kecamatan Bringin. Untuk Kecamatan Bringin, dopping air bersih sudah dilakukan di Dusun Kumpul Desa Pakis dan Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo. “Untuk Desa Kalikurmo pada hari ini (26/7) kita lakukan dropping air bersih, dan Dusun Kumpul kemarin (25/7),” ujarnya.

Dijelaskan Heru, distribusi air bersih ke Dusun Sengkrik sebanyak 20 ribu liter. Pendistribusian menggunakan empat tangki air bersih. Dimana pendistribusian langsung kepada masyarakat. Adapun alur pendistribusian air bersih sendiri harus melalui pengajuan dari masyarakat yang mengalami kekeringan terlebih dahulu.

Dimana warga melalui kepala desa mengajukan langsung ke kantor BPBD Kabupaten Semarang. Kemudian pihak BPBD Kabupaten Semarang langsung melakukan droping air bersih.“Ini permintaan dari warga, melalui kantor kepala desa, dikirim ke kantor BPBD, baru kita drooping sesuai permintaan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut ratusan warga rela mengantre untuk mendapatkan air bersih. Beberapa warga di dusun tersebut juga mengaku jika air bersih mulai sulit di dapatkan sejak beberapa hari yang lalu.

Warga Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo, Juweni, 37, mengaku jika semua sumur di dusun tersebut sudah mengering sejak beberapa minggu yang lalu. “Biasanya kalau untuk mencuci saya dan warga lain disini memang mengambil dari sungai,” ujar Juweni.

Apalagi, jarak antara sungai dan rumahnya cukup jauh hingga 3 kilometer. Untuk kebutuhan memasak dan minum, ia harus beli air kemasan 3 galon setiap dua hari sekali. “Ini saya antre dengan lima ember untuk mendapatkan air bersih dari BPBD,” tuturnya. (ewb/bas)