20 Hektare Sawah Terancam Puso

441
ANTISIPASI WERENG: DKPP Kabupaten Pekalongan bersama Babinsa melakukan penyemprotan masal hama wereng di area persawahan Desa Krandon, Kesesi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTISIPASI WERENG: DKPP Kabupaten Pekalongan bersama Babinsa melakukan penyemprotan masal hama wereng di area persawahan Desa Krandon, Kesesi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sawah seluas 971 hektare yang ada di Kabupaten Pekalongan diserang hama wereng. 20 hektare diantaranya terancam gagal panen atau puso karena serangan hama wereng tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, dalam sosialisasi penyemprotan masal hama wereng di Dukuh Grejo Desa Krandon Kecamatan Kesesi Kab Pekalongan, Kamis (26/7) kemarin.

Penyemprotan masal dilakukan guna mencegah berkembangnya hama wereng, yang disinyalir sedang menyerang area persawahan di Desa Krandon, Kecamatan Kesesi. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)  DKPP Kabupaten Pekalongan mengimbau agar petani mewaspadai serangan hama wereng batang coklat, yang akan terjadi pada musim tanam April – September (Asep) 2018.

Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan Siswanto mengungkapkan petani harus rutin melakukan pengamatan hama wereng di sawah. Jika serangan dinilai mengkhawatirkan, petani diminta untuk segera melapor ke dinas terkait atau PPL, untuk segera dilakukan pengendalian terpadu agar hama wereng tidak menyebar dengan cepat.

“Akibat faktor musim, musim tanam Asep ini memang rawan hama wereng batang coklat. Ada juga ancaman tikus dan sundep namun masih kecil dan bisa dikendalikan,” ungkap Siswanto.

Siswanto juga mengatakan bahwa serangan hama wereng batang coklat ini, hampir merata di seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan, dari luasan tanaman padi 15.411 hektare, sekitar 971 hektare di antaranya terserang hama wereng, bahkan 20 hektare dikategorikan serangan berat, sehingga tanaman padi bisa terancam gagal panen.

“Untuk langkah-langkah pencegahan meluasnya serangan hama wereng pihaknya melakukan koordinasi dengan Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT) di Karawang, Laboratorium POPT di Pemalang, dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah. Setiap hari,dilakukan gerakan serentak pengendalian hama wereng batang coklat dengan turun langsung ke lapangan, baik oleh dinas, POPT, penyuluh, dan dinas provinsi. Obat-obatan juga sudah disiapkan untuk menekan perkembangan hama tersebut,” kata Siswanto.

Siswanto juga menegaskan DKPP Kabupaten Pekalongan sudah melakukan gerakan pengendalian hama wereng tersebut, diantaranya di Kecamatan Buaran, Desa Krandon, Kecamatan Sragi, dan Desa Sumujomblangbogo, Kecamatan Bojong.

“Gunakan pestisida yang tepat, jangan asal semprot dengan sembarangan obat justru nanti bisa resisten (kebal). Jangan pula mencampur berbagai merek pestisida, nanti malah akan melemahkan pestisidanya itu. Jika belum waktunya jangan disemprot dulu,penyemprotan ini tindakan akhir,” tegas Siswanto. (thd/bas)