GEMBIRA : Para siswa SD tampak antusias menggunakan boardgame Sustainability Econesia yang dikembangkan UM Magelang. (DOK HUMAS UM MAGELANG)
GEMBIRA : Para siswa SD tampak antusias menggunakan boardgame Sustainability Econesia yang dikembangkan UM Magelang. (DOK HUMAS UM MAGELANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – UM Magelang melalui dosennya, Yun Arifatul Fatimah PhD dan Andi Widianto MKom berhasil mengembangkan permainan pembelajaran Sustainabbility Econesia. Program tersebut didanai oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Schemen dan diselenggarakan oleh Australian Awards di Indonesia. Peluncuran Econesia Sustainability Learning Game dilakukan di Aula Fikes UM Magelang dengan mengundang 222 siswa yang berasal dari 4 SD di Kota dan Kabupaten Magelang, guru dan kepala 4 SD tersebut, Selasa (24/7).

Yun mengungkapkan, permainan pembelajaran Sustainability Econesia tersebut dibuat dalam bentuk boardgame dan digital game dan ditujukan bagi siswa SD. “Permainan ini didesain dan dibangun berdasarkan hasil riset yang komprehensif. Proyek ini juga melibatkan Curtin University Australia dengan harapan agar melalui melalui Econesia SLG, anak-anak dapat belajar untuk membudayakan kebiasaaan yang lebih ramah lingkungan, penghematan sumber daya serta kepedulian sosial,” ujar Yun.

Direktur Curtin University Prof Michele Rosano mengungkapkan, UM Magelang merupakan institusi di Indonesia yang pertama kali menerapkan SLG. “Yun sebagai salah satu alumni Curtin University yang cerdas, berhasil mengembangkan permainan ini ke dalam ranah budaya Indonesia dengan mengemas Econesia untuk anak-anak Indonesia,” ungkap Michele yang disambut meriah hadirin.

Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT yang meluncurkan kegiatan tersebut dengan memukul gong mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Magelang untuk mengembangkan permainan tersebut dan selanjutnya dapat dikembangkan di daerah lain di Indoensia. Pada acara peluncuran itu, anak-anak diberi kesempatan untuk memainkan SLG secara berkelompok.

Yun dengan dibantu dosen dan mahasiswanya membagikan 50 paket SLG untuk 4 SD tersebut. Masing-masing paket permainan kayu terdiri dari 1 buah papan kayu, 1 paket boneka pemain yang terdiri dari empat boneka, 23 kartu pertanyaan, 6 paket uang kayu, 1 buku panduan dan instruksi permainan, 1 buku panduan penilaian, 1 paket pensil dan kertas penilaian, serta 1 dadu kayu. Econesia boardgame dibuat dari material kayu dan kertas dengan pewarna alami yang aman untuk anak-anak. “Pemain yang mengumpulkan nilai atau koin ekonomi, sosial, dan lingkungan terbanyak yang akan menjadi pemenang,” jelas Yun. (vie/sct/ton)