SMA Kesatrian 1 Hadirkan Tutor 2 Bahasa Asing

209
ADAPTASI : Siswa baru SMA  Kesatrian 1 Semarang mengikuti MPLS di kelas bersama guru.
ADAPTASI : Siswa baru SMA  Kesatrian 1 Semarang mengikuti MPLS di kelas bersama guru.

RADARSEMARANG.COM – Masih berkaitan dengan MPLS, program yang dilaksanakan SMA Kesatrian 1 berbeda dengan sekolah pada umumnya. Tutor atau pengajar di luar zona sekolah dihadirkan untuk menggembleng kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing. Selama 21 hari, 11 pengajar diterjunkan untuk melatih siswa baru.

Direktur Alifia Institut Pare, Baqir mengatakan, dengan memberikan pelajaran Bahasa Inggris akan membuat siswa unjuk gigi dan memiliki kemampuan di bidang bahasa yang luar biasa. Sehingga akan menjadikan sekolah ini memiliki kualitas yang lebih unggul dan mengantarkan meraih kejuaraan.

“Sedikitnya jam pelajaran bahasa Inggris yang telah melatarbelakangi diundangnya kami untuk mengajar di SMA Kesatrian 1 Semarang. Dua kali pertemuan tidak akan mampu membuat siswa menguasai Bahasa Inggris dengan baik. Terlebih untuk berkomunikasi sehari-hari. Sebenarnya siswa di sini sudah memiliki dasar, mengerti teori tapi speaking-nya kurang, vocab-nya banyak tapi ngomongnya tidak lancar. Setelah digembleng nanti, pastilah ada banyak perubahan. Terutama siswa baru, mereka akan berani tampil, baik story telling, speech contest, drama dan lain-lain. Di luar itu, sudah banyak siswa yang telah menghasilkan tropi dan piala untuk sekolah ini,” ungkapnya.

Peralihan belajar bahasa Inggris dengan lembaga terkait di awal semester memiliki tujuan agar siswa mudah diatur. Saat siswa belum beradaptasi dan mengenal karakter guru, pastilah ilmu akan menyerap lebih mudah. Dua jam setiap hari diberikan agar siswa semakin terlatih dan tertarik untuk belajar.

Wakil Kepala SMA Kesatrian 1 Semarang, Budiman menyatakan, pemberian materi atau pelajaran bahasa Inggris di awal semester sangat membantu siswa terbiasa dengan bahasa asing. “Ya tujuannya agar siswa mudah beradaptasi dengan mudah dan cepat. Apalagi dalam Kurikulum 2013 Bahasa Inggris hanya dua jam dalam seminggu, menurut saya itu sangat kurang sekali. Maka dari itu, kami hadirkan tutor-tutor ini untuk mengajar siswa. Dan dipastikan ini tidak akan mengganggu jam pelajaran siswa,” katanya.

Selain bahasa Inggris, sekolah ini juga mengundang tutor bahasa Jepang yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Sebelumnya pihaknya telah mengundang Japan Foundations mengunjungi SMA Kesatrian 1. Kemampuan bahasa diupayakan untuk menyongsong prestasi siswa. Menurut Budiman, dengan komunikasi yang baik akan membawa anak ke arah lebih baik lagi. (mg14/mg12)