33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Silpa Capai Rp 303 M, Banyak Potensi PAD yang Perlu Digali

Laporan Pembahasan Laporan Keuangan Pemkab Magelang Tahun 2017

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

RADARSEMARANG.COM – DPRD Kabupaten Magelang telah melakukan pencermatan dan pembahasan hasil koreksi BPK RI terhadap laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2017. DPRD menyetujui laporan pertanggung jawaban tersebut dengan memberikan sejumlah catatan.

Juru bicara DPRD Kabupaten Magelang Budi Supriyanto mengatakan, DPRD memutuskan untuk menyetujui dengan tidak ada perubahan terhadap angka-angka yang disampaikan dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2017. “Dalam persetujuan tersebut diketahui bahwa silpa atau anggaran sisa di tahun 2017 mencapai Rp 303 miliar.

“Tingginya Silpa itu diharapkan dapat meningkatkan evaluasi internal dan pengendalian internal Pemkab Magelang supaya di tahun ini silpa semakin sedikit dan semua program bisa dilaksanakan demi kepentingan masyarakat,” papar dia.

DPRD juga meminta Pemerintah Daerah agar menindaklanjuti hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017. Sehingga kekurangan dan kelemahan pelaksanaan anggaran tahun 2017 tidak terulang kembali atau paling tidak potensi timbulnya kekurangan dan kelemahan tersebut dapat ditekan.

Setelah dicermati dalam Panitia Khusus dan dari LHP BPK, banyak potensi PAD yang masih bisa digarap lebih baik. Di antaranya Pajak Daerah seperti PBB, terutama pajak perkotaan, Galian Gol C, Sektor Pariwisata, Parkir, PPJU Retribusi Parkir dan sebagainya. “Khusus di bidang pariwisata diminta untuk meninjau kembali kerjasama dengan Pemerintah Provinsi tentang Ketep Pass, dan kerjasama yang ada di Baledono. Untuk itu perlu kajian potensi pendapatan. Sebenarnya banyak peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, salah satunya bersumber dari parkir,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, Badan Anggaran minta kepada bupati agar membuat kajian terkait dengan upaya peningkatan PAD tersebut, baik yang bersumber dari parkir ataupun yang lain. Khusus retribusi parkir lebih efektifnya ditangani satu pintu.

DPRD juga menyoroti Sektor Belanja. Secara umum penyerapannya masih rendah dan belum optimal, hanya mencapai 72 persen. Atas beberapa program dan kegiatan yang tidak terlaksana maupun penyerapan anggarannya masih rendah, hendaknya dapat dijadikan pembelajaran sehingga ke depan lebih akuntabel baik dari sisi perencanaan maupun penyusunan anggarannya.

“Meskipun silpa sudah turun, tetapi masih tergolong cukup tinggi. Hal ini disebabkan antara lain sisa belanja pegawai lebih kurang Rp 100 miliar. Sisa tender dan bea operasional Rp 37,5 miliar di DPU-PR. Gagal lelang ini disebabkan jadwal yang mundur. Untuk itu ULP hendaknya bisa menyusun jadwal sejak awal,” terangnya.

Pengadaan tanah yang gagal, seperti Gedung Perpustakaan sebesar 6,1 miliar. Pengadaan tanah Puskesmas Salaman I anggaran 4 miliar, hanya terserap 1 M. Dengan demikian perencanaannya belum akurat. “Badan Anggaran meminta agar antar SKPD terjalin koordinasi dan komunikasi yang baik, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan dan pembangunan sesuai dengan yang diharapkan,” terangnya. Lebih lanjut dia mengatakan, pelaksanaan program dan kegiatan agar dilaksanakan tepat waktu dan tidak banyak menumpuk di akhir tahun, sehingga anggaran dapat terserap dengan baik dan hasilnya berkualitas.

Budi menambahkan, berdasarkan LHP BPK atas pelaksanaan APBD TA 2017 masih ditemukan penyimpangan. Antara lain hasil uji sampling pada beberapa paket pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan oleh DPU – PR terdapat temuan berupa kelebihan pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. “Atas permasalahan tersebut Badan Anggaran meminta kepada DPU – PR untuk segera menindaklanjuti dengan minta kepada pihak penyedia jasa untuk segera membayar atas kelebihan pembayaran tersebut,” harap dia.

Terkait dengan program dan kegiatan untuk pengentasan masyarakat miskin di Kabupaten Magelang, Badan Anggaran menilai bahwa program tersebut belum sesuai dengan harapan karena angka kemiskinan kabupaten yang hanya turun sebesar 0,25 persen dari target yang ditetapkan dalam RPJMD yaitu sebesar 6 persen. Untuk itu harus diupayakan terobosan baru dalam mengatasi kemiskinan tersebut dengan mengevaluasi program kegiatan yang sudah dilaksanakan. Kemudian penyusunan anggaran agar difokuskan untuk mencapai target RPJMD yang telah direncanakan.

Badan Anggaran mengharapkan adanya validasi data masyarakat miskin dalam Basis Data Terpadu (BDT). Hal tersebut seiring adanya temuan di LHP BPK yang menyebutkan adanya penerimaan ganda bansos. Pemutakhiran data agar dimaksimalkan sehingga orang yang benar-benar membutuhkan bisa ter-cover, dan orang yang sudah meninggal dalam daftar penerima bansos bisa dikeluarkan. (adv)

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Otoda Beri Ruang Daerah Lebih Maju

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kaum perempuan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan generasi yang kuat, tangguh, berkarakter dan bermoral. Demikian disampaikan Wabup Joko Sutanto di sela menjadi...

Rumah dan Gudang Terancam Longsor

WONOSOBO - Tebing seluas 10 x 15 meter yang berada di atas Sungai Kawung, Dukuh Mendolo, Kelurahan Bumireso longsor. Material longsoran hampir menimpa 1...

Tempat Wisata di Bali yang Populer di Kalangan Turis Mancanegara

RADARSEMARANG.COM - Tempat wisata di Bali memang terkenal tak hanya bagi turis domestik, tapi juga mancanegara. Mulai dari wisata alam sampai wisata buatan, tempat...

KyuKyu Fokus Garap Pasar Tematik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Ketatnya persaingan dan bisnis dunia hiburan di Kota Semarang, membuat KyuKyu Karaoke Semarang konsen menyuguhkan konsep tematik sebagai daya tarik. Salah satunya dengan...

WI Jateng Persiapkan Regenerasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pengporov Wushu Indonesia (WI) Jateng mulai mempersiapkan regenerasi atlet untuk menghadapi berbagai turnamen termasuk PON XX Papua 2020 mendatang. Pada Kejurnas...

Kuota PPDB Online Belum Terisi

WONOSOBO - Hingga H-1 batas akhir Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online bagi 16 SMP Negeri di Wonosobo, ternyata belum semua kuota terisi. Dari...